Remigo Yolando Berutu. Foto Istimewa

Di pemilihan bupati Pakpak Bharat periode 2015-2020, Remigo berpasangan dengan Maju Ilyas Padang, diusung partai Nasdem, Demokrat, PAN, Gerindra, PKPI, PBB, Hanura dan PKB.

Medan-Intainews.com:Setelah OTT KPK melakukan gelar perkara. Selanjutnya resmi menetapkan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu jadi tersangka. Selain dia pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR David Anderson Karosekali dan seorang pihak swasta Hendriko Sembiring juga tersangka.

Informasi dihimpun Intainews.com Senin 19 November 2018, setelah gelar perkara statusnya tersangka. “Kami meningkatkan status penanganan perkara ke tingkat penyidikan dan menetapkan tiga orang tersangka,” ujar Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Minggu (18/12) malam.

Dalam kasus ini, Ketua DPC Partai Demokrat Pakpak Bharat Remigo Yolando ini ditangkap dua hari setelah dilantik menjadi ketua kelompok relawan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Maruf Amin di Sumut.

Menurut Agus, dia diduga menerima suap Rp 550 juta dari para kontraktor yang sedang mengerjakan proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum Pakpak Bharat, melalui perantara.

Masing-masing penerimaan itu sebesar Rp 150 juta pada 16 November 2018. Kemudian, Rp 250 juta pada 17 November 2018. Terakhir, KPK melakukan operasi tangkap tangan sesaat setelah terjadi penyerahan uang Rp 150 juta.

KPK menduga suap tersebut diberikan melalui pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) David Anderson Karosekali dan seorang pihak swasta Hendriko Sembiring. Agus menambahkan, pihaknya menduga uang tersebut akan digunakan untuk kepentingan keluarga Remigo.

Remigo, David dan Hendriko disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Informasi yang mencuat ke permukaan saat menangkap Remigo, KPK juga menciduk lima orang lainnya di Jakarta dan Medan. Mereka adalah kepala dinas setempat, PNS, dan pihak swasta.

Diketahui, dalam pemilihan Bupati Pakpak Bharat periode 2015-2020, Remigo yang berpasangan dengan Maju Ilyas Padang, berhasil mengungguli dua pasangan lawannya. Pasangan nomor satu ini diusung delapan partai, yakni Nasdem, Demokrat, PAN, Gerindra, PKPI, PBB, Hanura dan PKB.

Dengan penangkapan Remigo, tahun ini sudah 2 kepala daerah di Sumut yang kena OTT KPK. Sebelumnya, Bupati Labuhan Batu, Pangonal Harahap yang diringkus KPK, Selasa (17/7). *Inc-06