Kisaran-Intainews.com:Sejumlah 6 dari 7 lokasi permainan Game Zone yang diduga masyarakat ‘judi terselubung’, Selasa 6 November 2018 kelihatan tutup (foto) , setelah beberapa hari sebelumnya, seperti dilansir Intainews.com, para tokoh di Kabupaten Asahan serentak meminta kepada yang berwenang menutup permainan game zone yang meresahkan masyarakat.

Ke 6 lokasi permainan Game Zone yang tutup tersebut berada di Jalan Sisingamaraja, Jalan Wahidin, Jalan Diponegoro, Jalan Palingma Polem, Jalan Kartini, Jalan Jendral Sudirman/Lintas Sumatera Komplek Graha. Pantauan wartawan, sejak sore hingga malam di lokasi Game Zone kelihatan sepi dan dalam keadaan tutup.

Salah seorang yang berjaga di salah satu Game Zone mengatakan kepada wartawan, tutup untuk sementara saja karena sedang disorot media. “Paling lama tutup satu minggu, bisa-bisa besok sudah buka lagi bang,” ungkapnya yang minta namanya dilindungi. Sementara hingga Selasa (6/11) Game Zone di Jalan Sisingamaraja masih tetap beroperasi seperti biasa.

Mengetahui Game Zone yang dianggapnya merusak kehidupan masyarakat Kota Kisaran yang religius tutup, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan, H Salman Tanjung LC, melalui pesan tertulis mengapresiasi kepada semua pihak pemerintah aparat hukum yang telah bersatu meminta Game Zone itu ditutup.

“Apabila buka kembali, saya selaku ketua MUI minta kepada pihak berwenang untuk bertindak tegas terhadap penyakit masyarakat tersebut. Bila perlu Pemkab Asahan turun tangan segera mencabut izin operasional Game Zone di seluruh Kabupaten Asahan. Supaya tidak dibuka lagi,” tegas Ketua MUI Asahan.

Sebelumnya baru-baru ini tokoh masyarakat, tokoh agama dan ormas Islam meminta agar Game Zone menurut masyarakat ‘judi terselubung’ segera ditutup. Terkait Game Zone itu, Kapolres Asahan AKBP Yemmi Mandagi kepada Intainews.com belum lama ini menyebut sudah memerintahkan Kasat terkait masalah Game Zone tersebut dan Kapolsek untuk ditindaklanjuti dan ditertibkan.

Sementara Kapolsek Kota Kisaran Iptu Rianto, SH, MSi, menegaskan akan menindaklanjuti perintah Kapolres Asahan. “Akan kita selidik apa benar adanya dugaan perjudian di permainan game zone tersebut. Bila terbukti ditindak tegas,” tandasnya.

Rianto mengimbau kepada pengusaha game zone agar izin permainan atau ketangkasan jangan dijadikan bisnis perjudian. “Apabila pengusaha melanggar aturan tersebut, yang paling berwenang untuk menutup dan mencabut izin operasionalnya adalah Dinas terkait,” kata Rianto. *Inc-10