Gunungsitoli-Intainews.com:Pelaksanaan pekerjaan dana desa (DD) tahun 2016 dan 2017 di Desa Lauri, Kecamatan Sogae’adu, Kabupaten Nias, Sumatera Utara dilaporkan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Dalam laporann warga yang dibacakan oleh Nares Zandroto diketahui pelaksanaan dana desa di desa Lauri dilaporkan karena diduga terjadi mark-up pada pembelian bahan material. Itu terjadi pada pelaksanaan pekerjaan dana desa tahun 2016 sebesar Rp 770 juta hanya terealisasi sebesar Rp 440 juta.

Pada pelaksanaannya hanya dilakukan pembangunan tembok penahan tanah dan bronjong. Sedangkan pengaspalan jalan tidak dilakukan, padahal aspal untuk pengaspalan sudah dibeli sebanyak 20 drum. Selain terjadi mark-up, upah para pekerja juga diduga dipotong.

Hal serupa juga dilakukan pada pelaksanaan pekerjaan dana desa tahun 2017. Ironisnya aspal yang dibeli dan belum digunakan pada tahun 2016 dipakai pada tahun 2017 dengan dianggarakan kembali.

Nares berharap Kejari Gunungsitoli serius menangani laporan mereka agar kerugian negara dapat dikembalikan dan kejadian tersebut tidak terjadi lagi pada pelaksanaan dana desa tahun selanjutnya.

Kepala Seksi Intelijen, Kejari Gunungsitoli Hendra Praja Arifin,SH yang ditemui, Senin 5 November 2018 membenarkan telah menerima laporan warga desa Lauri. Dia tidak bisa memberikan penjelasan secara detail karena sedang dalam proses dan mereka tetap serius menangani laporan warga.

“Kita serius menangani kasus ini dan kita minta warga sabar, jika nanti statusnya sudah kita tingkatkan pasti kita ekspos kepada media,” ucapnya.*Inc-12