Ilustrasi.Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Polisi mulai melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebar hoaks penculikan anak yang belakangan menimbulkan keresahan di masyarakat. Sejumlah lima orang ditangkap pihak kepolisian di berbagai tempat, dan dijadikan tersangka penyebar hoaks penculikan.

Kempatnya masing-masing RA, DN, EW, JH dan seorang lagi berasal dari Sukabumi yang disiarkan media elektronik Sabtu 3 Oktober 2018. Nama-nama tersangka penyebar berita bohong yang ditangkap sebagaimana dilansir kumparan, RA (33) ditangkap Jumat (2/11) di Gang Sentiong Kecamatan Senen Jakarta Pusat, DN (20) ditangkap Jumat (2/11) di Cengkareng Jakarta Barat, EW (31) ditangkap Kamis (1/11) di Kampung Bojong Indah Kecamatan Parung Bogor dan JH (31) ditangkap Jumat (2/11) di Kelurahan Cigelam Kabupaten Purwakarta.

Tersangka penyebar hoax penculikan anak. Foto Istimewa

Penangkapan tersangka pelaku penyebar berita bohong tentang penculikan anak, sebagaimana diatur dalam pasal 14 ayat (2) UU No.1 Tahun 1946. Tentang larangan pemberitahuan bohong yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat (Pidana Maksimal 3 tahun penjara).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto meminta aparat kopolisian menindak tegas pelaku penyebar hoaks terkait penculikan anak. Sebab, kabar bohong tersebut dianggap telah membuat masyarakat resah.

“Meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas pelaku hoaks yang meresahkan masyarakat, agar jamiman kemanan dan kenyamanan anak Indonesia terjaga dengan baik, tanpa kekhawatiran dan ketakutan,” kata Susanto dalam keterangan resminya kepada wartawan, Sabtu 3 Oktober 2018.

Susanto mengimbau, Dinas Pendididikan dan Kantor Kementerian Agama di seluruh Indonesia agar memastikan kerjasama antara sekolah/madrasah dengan orangtua peserta didik berjalan dengan baik. Sehingga isu dan berita penculikan tidak meresahkan orangtua dan anak.

Ia juga meminta kepada seluruh satuan pendidikan baik sekolah, madrasah, maupun pesantren di Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan d dan emberikan pendidikan literasi yang tepat. Selain itu, untuk para orangtua, Susanto mengimbau agar melakukan pengasuhan terbaik dan tidak membuat anak dalam kondisi ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan.

“Rasa kekhawatiran yang berlebihan akan mengurangi kepercayaan diri anak bersosialisasi. Orang tua tetap perlu mengedukasi anak dengan baik terkait tindakan penculikan yang sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” ungkap Susanto.

“Menanamkan kepada anak agar tidak mau diajak orang yang tidak dikenal, ditawari atau diiming-imingi benda apapun, serta tidak serta merta mau diajak oleh orang yang mengatasnamakan orang tuanya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Arief Sulistyanto dalam keterangannya, Jumat (2/11), penyebar hoaks bernama Wanda ditangkap karena menyebarkan berita bohong tentang penculikan anak dan membuat resah

“Pelaku telah melakukan postingan melalui akun facebook miliknya terkait hoaks penculikan anak yang lagi marak di Jakarta. Motif pelaku penyebaran hanya iseng saja dalam facebook-nya,” jelas Arief.