Rizal Ramli & Surya Paloh. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Perseteruan politik Rizal Ramli dan Surya Paloh berlanjut, Rabu 24 Oktober 2018, Rizal memenuhi panggilan Polda Metro Jaya atas pengaduan Surya Paloh yang merasa dicemarkan nama baiknya.

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli penuhi panggilan Polda Metro Jaya soal tudingan pencemaran nama baik. Walaupun Rizal Ramli merasa tidak pernah mencemarkan nama baik siapapun.

Sebelumnya Rizal membuka konflik dengan Surya dan Partai NasDem saat berkomentar dalam sebuah acara bincang atau talkshow di TV One pada 6 September 2018. Pada kesempatan itu, Rizal menuding Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, yang merupakan kader Partai NasDem, sebagai biang kerok pelemahan rupiah terhadap dolar.

Ia juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak berani menegur Enggar karena sang menteri merupakan kader Partai NasDem yang dipimpin oleh Surya Paloh. “Jadi biang keroknya sebetulnya saudara Enggar, ya, cuma Presiden Jokowi enggak berani negur, takut sama Surya Paloh, ya. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini brengsek,” ujar Rizal kala itu sebagaimana dilansir Kumparan.

Pernyataan disampaikan oleh RR terhadap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dianggap fitnah keji, tidak berdasar, dan mengarah pada pembunuhan karakter seseorang. Lantas setelah melayangkan somasi selama 3×24 jam, Partai NasDem mempolisikan Rizal atas dugaan penghinaan, pencemaran nama baik, dan fitnah terhadap Surya Paloh pada 19 September 2018.

Laporan terhadap Rizal itu pun terdaftar dengan nomor : LP/4963/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 17 September 2018. Rizal dijerat dengan Pasal 310 KUHP dan atau 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebagai bentuk serangan balik, Rizal dan kuasa hukumnya melaporkan balik Surya Paloh ke Bareskrim Polri dengan dugaan pelanggaran UU ITE, UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, serta Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3), Pasal 310, dan Pasal 311 KUHP, pada 16 September 2018. *Cnc