Ratna Sarumpaet. Foto Istimewa

Aparat hukum menilai, kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dapat diancam pidana 10 tahun, ada beberapa aturan yang berpotensi dilanggar, diantaranya UU ITE.

Jakarta-Intainews.com:Meskipun telah meminta maaf terkait pemberitaan tanpa fakta mengenai pengeroyokan, Ratna Sarumpaet akan tetap diproses hukum oleh penyidik Polda Metro Jaya.

“Nanti kita akan periksa semuanya yang terkait laporan itu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis 4 Oktober 2018.
Informasi dihimpun Intainews.com, Ratna Sarumpaet Cs bisa diancam pidana 10 Tahun.
Aparat hukum menilai, kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dapat diancam pidana 10 tahun, ada beberapa aturan yang berpotensi dilanggar, diantaranya UU ITE.

Sementara Argo mengatakan dasar penyelidikan kasus itu antara lain laporan polisi dari masyarakat yang mengadukan informasi bohong yang disampaikan Ratna Sarumpaet. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Nico Afinta menyatakan akan segera meminta keterangan Ratna Sarumpaet guna mendalami laporan pemberitaan tidak berdasarkan fakta.

Salah satu pelapor yakni pengacara Muannas Alaidid yang mengadukan Ratna Sarumpaet dan lainnya ke Polda Metro Jaya pada Rabu (3/10). Selain Ratna Sarumpaet, Muannas melaporkan Prabowo-Sandiaga Uno terkait dugaan informasi bohong.

Muannas menyebutkan Fadli Zon, Rachel Maryam, Hanum Rais, Naniek S Dayang dan Dahnil Anzar Simanjuntak diadukan sebagai terlapor. Ketua Umum Cyber Indonesia itu melaporkan Ratna cs berdasarkan dugaan melanggar Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 soal penyebaran berita bohong dan Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelumnya, beredar kabar aktivis Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tidak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat pada 21 September 2018.

Selanjutnya Ratna mengaku hal hoaks dan dirinya minta maaf. Hal itu dilakukan usai aparat kepolisian menyatakan tidak menemukan fakta, saksi maupun informasi terkait penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. *Tid