M Faisal (tengah) tiba di gedung KPK Jakarta. Foto Istimewa

Medan-Intainews.com:Muhammad Faisal, anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah dua kali mangkir saat dipanggilan penyidik anti rasuah tersebut, pada 7 dan 24 september 2018.

Informasi dihimpun Intainews.com Kamis 27 September 2018, Juru bicara KPK Febri Diansyah mengharapkan kejadian ini tak lagi terulang. Khususnya kepada 17 anggota DPRD Sumatera Utara lainnya yang juga menyandang status sebagai tersangka, tapi belum memenuhi panggilan KPK.

“Kami ingatkan pada tersangka lain agar kooperatif dan hal ini menjadi pelajaran agar memenuhi panggilan penyidik dan mengikuti proses hukum yang berlaku,” ucap Febri.

Ini bukan kali pertama KPK menangkap anggota DPRD Sumatera Utara. Pada Minggu (26/8), KPK juga menangkap Musdalifah yang terjerat dalam kasus yang sama dengan Faisal. Total dua panggilan sudah diabaikan Musdalifah kala itu, salah satunya yaitu alasan untuk menikahkan anaknya.

Diketahui Muhammad Faisal, anggota DPRD Sumatera Utara yang menjadi tersangka suap yang ditangkap KPK sudah tiba di gedung KPK setelah ditangkap di rumahnya, di Perumahan Villa Asoka A-9, Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Rabu 26 September 2018.

Faisal tiba di gedung KPK sekira pukul 22.00 WIB, mengenakan jaket hitam, turun dari mobil yang menjemputnya di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Faisal tidak berkomentar terkait penangkapannya. Ia memilih bungkam.

Dalam kasus ini, KPK telah menahan 21 nama yang diduga terlibat menerima suap. Tersisa 17 nama yang hingga kini belum ditahan KPK dari total 38 tersangka suap terhadap anggota DPRD Sumatera Utara yang ditetapkan sebagai tersangka.

KPK menetapkan 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka. Mereka diduga menerima uang suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo terkait proses persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut periode 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut pada 2015.

Sementara 17 nama tersangka yang belum ditahan terkait dalam kasus suap mantan gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, di antaranya Abu Bakar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Abul Hasan Maturidi, Rahmianna Delima Pulungan, Sopar Siburian.

Berikut Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Washington Pane, Ferry Suando, Tunggul Siagian, Fahru Rozi dan Taufan Agung Ginting. *Kpn