Setya Novanto & Eni Maulani Saragih

Kini Eni Saragih merasa tak nyaman usai didatangi Mantan Ketua DPR Setya Novanto di Rutan KPK. Ada lima hal yang dikatakan Novanto kepada Eni, sudah disampaikannya ke penyidik.

Jakarta-Intainews.com:Golkar mengembalikan uang ke KPK Rp 700 juta. Tersangka kasus suap PLTU Riau-1, Eni Saragih, mengatakan uang yang dikembalikan pengurus Partai Golkar ke KPK itu merupakan uang pembiayaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar tahun lalu.

“Uang itu bukti jika uang Rp 2 miliar itu untuk Munaslub,” kata Eni setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat, 7 September 2018. Mantan Wakil Ketua Komisi Energi ini mengatakan yang menyerahkan uang tersebut adalah salah satu panitia Munaslub.

Menurut dia, uang tersebut akan diserahkan secara bertahap. Sebelumnya, KPK menerima pengembalian uang Rp 700 juta dari pengurus Partai Golkar. “Benar, ada pengurus Golkar yang menyerahkan uang terkait kasus suap PLTU Riau-1,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Sementara itu Eni Saragih kini merasa tak nyaman usai didatangi Mantan Ketua DPR Setya Novanto di Rutan KPK. “Yang pasti sudah saya sampaikan kepada penyidik, ya memang apa yang disampaikan oleh Pak Novanto membuat saya kurang nyaman,” kata Eni Saragih di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat 7 September 2018.

Eni mengatakan ada lima hal yang disampaikan Setya kepadanya. Seluruhnya sudah diteruskan Eni ke penyidik. “Sudah saya sampaikan ke penyidik. Saya pikir penyidik sudah tahu karena itu terjadi di Rutan KPK,” tambah Eni.

Sebelumnya, Eni mengatakan dirinya didatangi Setya Novanto di rutan cabang KPK Kavling K4.m Kuningan, Jakarta Timur. Berdasarkan informasi, Setya yang juga mantan ketua Umum Golkar itu sempat diinapkan di Rutan KPK karena menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Saat diinapkan itulah, Setnov menyambangi Eni. Diketahui dua hari berturut-turut, Setya yang kini jadi penghuni Lapas Sukamiskin, diperiksa sebagai saksi yakni pada 27 dan 28 Agustus 2018.

Eni sebelumnya pernah mengatakan dirinya mendapat perintah dari Setya Novanto untuk mengawal proyek pembangunan PLTU Riau-1. Eni juga mengaku mengenal pengusaha Johannes B Kotjo hingga Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, melalui Novanto.

“Apa perintah-perintah tentunya bermula dari sebelum saya kenal Pak Kotjo, ya itu perintah dari Pak Setya Novanto,” kata Eni usai diperiksa di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Rabu 5 September 2018.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini. *Mdc