Ilustrasi. Istimewa

Medan-Intainews.com:Unit 3 Subdit 4 Ditkrimsus Polda Sumut mengungkap praktik aborsi ilegal di Jalan SM Raja Medan. Petugas mengamankan NFT alias T (69) dan seorang pasiennya, KFS alias Tik (21) penduduk asal Kelurahan Rimbo, Kecamatan Muara Tebo Provinsi Jambi.

Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, keduanya diamankan di rumah NFT yang merupakan pensiunan PNS di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas.

MP Nainggolan menjelaskan, pengungkapan tersebut bersdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya orang yang dengan sengaja melakukan aborsi dan tidak sesuai dengan ketentuan.

“Setibanya di lokasi, petugas menemukan seorang perempuan berinisial NFT yang sedang melakukan tindakan medis terhadap seorang pasien KFS alias Tik yang diketahui akan melakukan aborsi terhadap janin di kandungannya yang berusia empat bulan,” jelas Nainggolan.

Selanjutnya, Nainggolan menyebutkan, usai diamankan, para pelaku beserta uang tunai sebesar 5 juta rupiah dan barang bukti lainnya langsung digelangdang ke Mapolda Sumut.

Terpisah, Kanit 3 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Sumut, Kompol Wira Praytna SH SIK MH kepada wartawan Rabu 29 Agustus 2018 membenarkan terungkapnya praktik aborsi ilegal itu.

Disebut Wira, para pelaku dijerat dengan Pasal 194 jo Pasal 75 ayat (2) UU. RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang UU Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 Milliar.

“Selain itu, keduanya juga dikenakan Pasal 86 jo pasal 46 Ayat 1 UU. RI No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dengan ancaman denda Rp 100 Juta,” tandas Alumnus Akpol Tahun 2005 ini. *Gsc-11