Zulkarnain Yusuf Nasution

Medan-Intainews.com:Terkait operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap enam oknum petugas Pengadilan Negeri (PN) Medan Selasa 28 Agustus 2018 pagi di PN Medan, Sekretaris Komisi A DPRD Medan Zulkarnain Yusuf Nasution meminta kepada aparat penegak hukum agar menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.

“Sebaiknya tuntutan hukum lebih berat dari masyarakat biasa. Harus dua atau tiga kali lipat, karena mereka adalah penegak hukum,” tegas politisi PAN ini.
Sesungguhnya mereka sebagai orang hukum, kata Zulkarnain, yang paham hukum. Mereka sangat mengerti efek dari pelanggaran hukum seperti menerima suap atau korupsi yang mereka lakukan sehingga berurusan dengan KPK.

Pastinya mereka sudah tahu konsekuensi pelanggaran hukum yang diperbuatnya. Maka, Zulkarnain berharap, pihak pengadilan harus benar-benar fair saat menjatuhkan hukuman kepada mereka. “Jangan sampai jaksa maupun hakimnya enggan menjatuhkan hukuman seberatnya kepada mereka dikarenakan para oknum tersebut adalah koleganya yang tersandung kasus hukum,” ungkapnya.

Selain menjatuhkan hukuman berat, oknum-oknum tersebut harus dipecat dari seluruh tugas-tugasnya sebagai hakim maupun panitera. “Kita akan mengawal dan memantau kasus ini. Penegak hukum yang melanggar hukum harus dihukum berat,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, saat melakukan OTT KPK mengamankan 4 Hakim dan 2 panitera pengganti (PP) diantaranya, Ketua PN Medan, Marsudin Nainggolan, Wahyu Perasetio Wibowo, Sontan Marauke, Merry Purba (hakim adhoc), Elpandy dan Oloan Sirait (panitera), Selasa 28 Agustus 2018 di PN Medan. *Inc-03