Bupati Batu Bara, Zahir saat menjawab pertanyaan wartawan, terkait saldo KPM masuk ke Rekening Pribadi SH.foto/Ist.

Batu Bara -Intainews.com : Berdalih rekening bersama antar pemasok sembako ke e-warong tidak bisa dimasukkan ke Rekening BUMD, Saldo KPM diduga masuk Rekening Pribadi.

Dugaan penyimpangan penyaluran Bansos Sembako di Kabupaten Batu Bara merembet kemana mana, dugaan semakin mendekati titik terang.

Investigasi yang dilakukan Tim Wappres Batu Bara, Selasa (28/4/20) menemukan fakta mengejutkan. Agen e-warong terus terang mengakui bahwa saldo KPM setelah dibelanjakan langsung ditransfer ke rekening atas nama Direktur BUMD PT. Pembangunan Bahtra Berjaya,

Penelusuran Tim Wappres Ke Desa Sumber Makmur Kecamatan Lima Puluh, membuahkan hasil, salah sorang agen e-warong MN terus terang mengakui dari 70 KPM yang dilayani e-warongnya, dirinya hanya terima komisi (fee) sebesar Rp. 11.000,- per KPM.

Untuk menguatkan keterangan dari MN, Tim Wappres menanyakan uang yang ditransfer atas nama kerening siapa, MN tanpa ragu-ragu memberitahukan nomor rekening penerima, tertera nomor 1070014428009 An. SH sebagai tujuan transfer lewat pendebetan Saldo KPM.

Yang paling mengejutkan, terungkap kondisi tersebut terjadi disetiap e-warong di Kabupaten Batu Bara yang dikonfirmasi Tim Wappres.

Ditempat terpisah, Bupati Batu Bara Zahir yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/4/20) terkait pendebetan saldo KPM ke rekening SH langsung menelepon yang bersangkutan.

Melalui telepon dengan SH, Bupati meluapkan amarahnya karena apa yang diperbuat SH sudah melanggar aturan.

Dari ujung telepon SH yang merupakan Direktur di BUMD PT Bahtra Berjaya milik Pemkab Batu Bara mengaku terus terang bahwa pendebetan saldo KPM masuk ke rekening pribadinya.

SH berdalih, rekening tersebut merupakan rekening bersama antar pemasok sembako ke e-warong seperti Kiky dan Ucok sehingga tidak bisa dimasukkan ke rekening BUMD.

“Tidak bisa itu, harus buka rekening atas nama BUMD. Itu udah menyalahi, mana bisa (rekening) pribadi “, Tegas Zahir.Inc-Elmi.