Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut, Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan

Medan-Intainews.com:Untuk keseluruhan tahun 2020, ekonomi Sumatera Utara [Sumut] diprakirakan tumbuh menguat dibanding 2019 yang didorong oleh peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga, dan investasi ekspor. Di sisi lapangan usaha [LU], pertumbuhan didorong oleh LU Perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.

Perekonomian Sumatera Sumut triwulan III 2019 tumbuh 5,11% [yoy], lebih rendah dari triwulan sebelumnya [5,25% yoy]. Meskipun demikian, pencapaian tersebut pertumbuhan ekonomi Nasional dan Sumatera.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia [BI] Wilayah Sumut, Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan di Medan, Rabu 6 November 2019. “Secara historis, pertumbuhan ekonomi menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara spasial, pertumbuhan Sumut merupakan yang tertinggi ke-4 di antara 10 provinsi di Sumatera,” katanya.

Untuk keseluruhan tahun 2019, ekonomi Sumut diprakirakan tumbuh menguat dibanding 2018 yang didorong oleh peningkatan kinerja konsumsi pemerintah, investasi serta berkurangnya tekanan impor luar negeri. Di sisi lapangan usaha [LU], pertumbuhan didorong oleh LU pertanian dan konstruksi.

“Beberapa faktor pendorong pertumbuhan di Sumut yakni yang pertama: Konsumsi Pemerintah: Penyerapan anggaran lebih baik untuk program peningkatan kualitas tenaga kerja, pendidikan, kesehatan, pertanian, pariwisata serta peningkatan anggaran transfer, dana desa, serta bantuan sosial dari pusat,” ujarnya.

Seiring Pelemahan Prospek Ekonomi Dunia

Kedua, Impor Luar Negeri: Impor barang modal dan bahan baku turun seiring dengan penurunan kinerja investasi dan LU Industri Pengolahan akibat pelemahan kinerja ekonomi mitra dagang utama.

“Yang ketiga yakni LU Pertanian: Kondisi cuaca yang kondusif serta dampak positif dari program Pemda di bidang pertanian. Dan keempat LU Konstruksi: Terus bergulirnya proyek-proyek multiyears seperti jalan tol, pembangkit listrik, gedung perkantoran, pertokoan, dan sebagainya,” katanya.

Sementara faktor penahan pertumbuhanya yakni yang pertama Ekspor Luar Negeri: Permintaan eksternal melemah sbg dampak kinerja ekonomi dunia yang diprakirakan melambat. Kedua Konsumsi Rumah Tangga: Tertahannya pendapatan dari sisi ekspor luar negeri serta tekanan inflasi yang cukup tinggi di tahun 2019.

“Ketiga Investasi: Tendensi pelaku usaha swasta yang menahan rencana ekspansi, khususnya investasi non-bangunan, seiring pelemahan prospek ekonomi dunia. Keempat LU Perdagangan: Perlambatan permintaan dari komponen konsumsi rumah tangga.dan kelima LU Industri Pengolahan: Penurunan permintaan eksternal,” ujarnya. *Inc-03