Gunawan Benyamin

“Saat ini harga kebutuhan pokok telah menemui titik keseimbangan yang ideal. Baik itu untuk petani maupun untuk konsumen.

Medan-Intainews.com:Sumatera Utara [Sumut] bersyukur mampu mencetak deflasi pada Oktober kemarin. Angkanya cukup menggembirakan, sebesar 0.28%. Dan realisasi kumulatif inflasi selama tahun berjalan di Sumut 3.21%.

Kinerja inflasi Sumut memang masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 2.2%. Namun menurut pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin justru berharap Sumut tidak melanjutkan tren deflasinya hingga akhir tahun.

“Walaupun peluang deflasi masih tetap berpeluang terjadi. Katakanlah deflasi yang diakibatkan oleh kemungkinan penurunan harga cabai ke depan. Sejauh ini harga cabai merah sudah diperdagangkan di kisaran 37 ribuan per kg.

Namun potensi turunnya tetap terbuka. Dikarenakan adanya potensi dimana cabai merah belakangan persediannnya di pasar terus mengalami kenaikan,” katanya, Jumat 1 November 2019.

Harga cabai merah saat ini memang hanya sedikit di atas harga wajarnya di kisaran 25 ribu hingga 35 ribu perkg. Jadi kita berharap ke depan nantinya harga cabai bisa diperdagangkan di rentang harga tersebut. Jangan terlalu dalam mengalami penurunan.

“Jika turun lagi, dan di bawah rentang harga yang ideal, maka petani yang akan dirugikan. Kita semua harus memikirkan kesejahteraan petani yang menanam cabai. Jangan hanya berharap agar cabai ini harganya terus turun secara konsisten, agar inflasi Sumut bisa ditekan lagi,” ujar Benyamin.

Dia menilai, saat ini hampir semua kebutuhan pokok masyarakat sudah sesuai dengan harga idealnya. Kalau masih berharap deflasi, justru petaninya yang akan dirugikan. Potensi deflasi di bulan November ini sebaiknya hanya menggiring inflasi kumulatif nantinya di angka 3%. Dan di akhir tahun saya melihatnya ada kemungkinan inflasi.

Menemui Titik Keseimbangan

“Jadi Sumut khususnya TPID ataupun Bank Indonesia, untuk tidak menggebu-gebu agar inflasi bisa diturunkan lagi. Realisasi inflasi saat ini sudah sesuai dengan target. Terlebih sebelumnya Sumut justru mengalami inflasi di atas 5% di tahun ini. Jadi saya menilai realisasi inflasi selama tahun berjalan akan di sekitaran 3.5%-an,” katanya.

Ini sebuah prestasi, jangan dibandingkan dengan rata-rata nasional yang mungkin bisa di angka 2.5%-an di akhir tahun. Sumut pernah kedodoran, dengan inflasi yang sangat tinggi sekali. Tetapi menjelang akhir tahun, inflasinya bisa diredam.

Konsumen memang inginnya itu semua harga kebutuhan pokok murah, sementara tidak demikian dengan petani kita, yang justru mengharapkan harga tanamannya bisa dijual mahal.

“Saat ini harga kebutuhan pokok telah menemui titik keseimbangan yang ideal. Baik itu untuk petani maupun untuk konsumen. Saya berharap inflasi di dua bulan mendatang tidak berubah,” tuturnya. * Inc-03