Medan-Intainews.com:Curah hujan yang tinggi di Sumatera Utara [Sumut], mengakibatkan beberapa daerah gagal panen untuk hasil holtikultura. Akibatnya petani mengalami kerugian disebabkan daerah pertanian tersebut direndam banjir [foto].

Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Marino, SP, MM mengatakan ada 3 kabupaten di Sumut yang mengalami banjir dengan menanam padi, cabai merah dan bawang merah.

“Keadaan bencana alam banjir di Sumut kita laporkan pada 25 Oktober 2019 yaitu Tapanuli Selatan [Tapsel], Batubara dan Deliserdang,” katanya, Jumat 1 November 2019. Dikatakannya, untuk Komoditi padi sawah, Tapasel tepatnya di Siabu Madndailing Natal [Madina] mengalami banjir seluas 1.263,5 hektar.

Banjir mengakibatkan tanggul jebol. Daerah Sayur Matinggi terkena banjir dengan luas 32 hektar, disebabkan curah hujan yang tinggi. Juga daerah Tamtom Angkola terkena banjir 11,5 hektar. Sehingga di Tapsel total luas terkena banjir 43,5 hektar.

“Sedangkan di Kabupaten Batubara komoditi padi sawah di daerah Sei Bala mengalami banjir dengan luas 5 hektar. Daerah Air Putih terkena banjir luas 10 hektar. Daerah Talawi kena banjir 15 hektar. Kemudian daerah Lima Puluh kena banjir 118,1 hektar. Sehingga total padi sawah Batubara terkena banjir 148,1 hektar,” ujarnya.

Kabupaten Deliserdang dengan komoditi sawah tepatnya di Hamparan Perak direndam banjir 6,5 hektar. Kemudian Percut Sei Tuan direndam banjir 11,5 hektar. Sehingga untuk Kabupaten Deliserdang total bencana banjir 121,5 hektar.

“Untuk padi sawah masih dalam persemaian daerah yang terkena banjir yaitu Deliserdang tepatnya di Lubuk Pakam dengan 7,4 hektar,” katanya. Selain padi sawah, jenis komoditi cabai merah juga terkena dampaknya diakibatkan curah hujan yang tinggi.

Semoga Petani Dapat Mengatasi Banjir

Di daerah Batubara tepatnya Lima Puluh Pesisir, luas banjir 101 hektar. Kemudian kabupaten Tapsel di Siabu, pertanian cabai merah juga terkena dampak karena curah hujan tinggi direndam banjir 21 hektar.

“Terakhir komoditi bawang merah, hanya satu kabupaten yang terkena dampak banjir karena curah hujan tinggi, yaitu Kabupaten Batubara tepatnya di daerah Lima Puluh Pesisir 2,5 hektar,” ujarnya.

Dikatakannya, upaya Dinas Pertanian Sumumut yang telah dilakukan agar bencana banjir dapat diatasi yaitu pertama dengan pembersihan parit-parit, kedua penyedotan atau pembuangan air dari area penanaman ke saluran irigasi dengan menggunakan pompa pompa milik brigade dan petani.

“Semoga dengan upaya ini petani dapat mengatasi jika ada bencana banjir lagi, dan Dinas Pertanian siap membantu petani jika masih ada keluhan,” tukasnya. *Inc-03