Pengamat ekonomi, Gunawan Benyamin

Meski pengumuman wakil menteri pun tampaknya tidak direspon positif para investor.

Medan-Intainews.com:Aksi profit taking yang dilakukan sejumlah investor di Bursa Efek Indonesia [BEI] membuat Indeks Harga Saham Gabungan [IHSG] melemah cukup dalam yakni turun 87 poin atau turun 1,37% di level 6.252.

IHSG tertinggi tak jauh dari level pembukaan yakni hanya berada di level 6.348 dan terendah berada di level 6.243. Sebanyak 256 saham mengalami pelemahan dan kenaikan hanya terjadi pada 168 saham sementara sisanya 191 saham tidak mengalami perubahan.

Seluruh sektor saham kompak melemah dengan pelemahan terdalam ditekan oleh sektor manufaktur yang turun 1,81% disusul sektor infrastruktur 1,4% dan saham sektor keuangan 1,2%. Aksi profit taking semakin terasa pasalnya IHSG telah menguat dalam beberapa hari terakhir sehingga penurunan ini cukup wajar terjadi.

Ditopang Kebijakan BI

Pengamat ekonomi, Gunawan Benyamin kepada Intainews.com, Jumat, 25 Oktober 2019 mengatakan meski pengumuman wakil menteri pun tampaknya tidak direspon positif para investor. Pasalnya setelah pengumuman ini terjadi indeks saham justru melanjutkan pelemahannya.

Sementara di bursa saham global lainnya, saham bergerak bervariasi di mana indeks saham Dow Jones melemah tipis 0,1%, Hangseng turun 0,487%, Nikkei naik 0,216%, STI naik 0,526% dan Shanghai naik 0,476%.

Namun, rupiah masih terus bertahan di kisaran level Rp 14.000/USD. Kondisi nilai tukar rupiah jauh lebih stabil ketimbang pergerakan bursa saham saat ini. Bursa Saham lebih sensitif merespon kondisi ekonomi dan keuangan yang terjadi baik di dalam negeri maupun secara global dibandingkan dengan nilai tukar rupiah yang sekarang ini sudah terkendali.

“Hal ini ditopang oleh kebijakan BI yang sejalan mengikuti kebutuhan ekonomi saat ini,” ungkap Gunawan Benyamin. *Inc-bay