Ilustrasi Istimewa

Medan-Intainews.com:Pergerakan indeks harga saham gabungan [IHSG] hari ini menguat 0,511% atau naik 31 poin di level 6.158. Level tertinggi IHSG berada di level 6.158 dan terendah berada di level 6.118.

Analist Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, pergerakan IHSG hari ini ditopang oleh penguatan saham kategori LQ 45 yaitu INKP yang naik 12%, TKIM menguat 8,5%, LPPF naik 5,9%, PTPP menguat 4%, INTP naik 3,5%. Sementara itu, IHSG masih tertahan oleh penurunan saham sektor pertambangan yang melemah 0,3% dimana saham BOSS melemah dalam 9,3%, INCO turun 3,3% dan ANTM turun 2%.

“Saya kira penguatan saham-saham kategori LQ 45 esok hari akan melanjutkan penguatannya jika tidak ada sentimen negatif yang tiba-tiba muncul. Hal ini seiring dengan penurunan saham LQ45 beberapa pekan terakhir terpuruk dan melemah cukup dalam,”katanya, Selasa 15 Oktober 2019.

Pergerakan IHSG saat ini masih menguji ketahanannya. Keberhasilan IHSG bangkit dari level 6000 membuat IHSG dipredikasi akan melanjutkan penguatannya. Return Investment IHSG dalam sepuluh tahun terakhir (periode 2008-2018) menjadi yang terbaik dibandingkan dengan kinerja indeks saham yang ada di negara lain.

“Hal ini sesuai dengan data publikasi yang dilaporkan IDX melalui Twitter yaitu Indeks saham Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan indeks saham global dengan return 357,02%, kemudian diposisi kedua ada Nasdaq dari Amerika Serikat dengan return 320,75%, ketiga Philipina dengan return 298,64%, keempat Rusia dengan return 282,44% dan kelima India dengan return 273,87%,” ujarnya.

Peningkatan Return investment ini Bergerak significan dimana 3 tahun yang lalu [2016] Indonesia masih menduduki peringkat ke-21, dimana Jamaica menduduki peringkat pertama, Latvia peringkat kedua dan Argentina menduduki peringkat ketiga.

Rupiah Menguat

Tentunya, peningkatan return investment saham di Bursa Efek Indonesia berkembang pesat dengan baik didukung oleh program dan kampanye yang secara gencar dilakukan serta didukung perbaikan sistem dan regulasi yang lebih kompleks.

“Diharapkan IHSG dapat bertahan di tengah ketidakpastian global saat ini serta situasi ekonomi global yang melambat. Stimulus fundamental baik perekonomian dalam negeri serta emiten itu sendiri menjadi bagian yan paling penting untuk terus dijaga agar kinerja saham sejalan dengan fundamental perusahaan,” ungkapnya.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah masih berada direntang level Rp 14.082-Rp 14.170. penguatan nilai tukar Rupiah ini sangat membantu regulator dan pemerintah dalam pengendalian harga dimana pergerakan Rupiah yang stabil memberikan akumulasi perekonomian lebih terukur.

“Dengan demikian, penguatan Rupiah masih berpeluang menguat terhadap nilai tukar mata uang dólar AS dan mata uang negara lainnya,” tukasnya. *Inc-04