Ilustrasi. Istimewa

“Besaran inflasi Sumut hingga akhir tahun nantinya akan sesuai dengan sasaran target realisasi inflasi sebesar 3.5% minus 1%.”

Medan-Intainews.com:Meskipun Sumut pada bulan kemarin mengalami deflasi yang signifikan sebesar 1.81%, sehingga mampu menekan laju tekanan inflasi Sumut selama tahun berjalan menjadi 3.49%, namun Sumut memang masih menjadi provinsi dengan laju tekanan inflasi terbesar di Indonesia.

Sumut sangat kedodoran di awal dalam mengendalikan inflasi. Ketua Tim Pemantau pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan banyak yang menjadi laju tekanan inflasi seperti adanya erupsi Sinabung, serangan hama, curah hujan rendah, yang membuat produktivitas tanaman pangan khususnya cabai mengalami penurunan dan harganya naik sangat tajam.

Kondisi tersebut pada akhirnya membuat laju tekanan inflasi Sumut pada dua bulan lalu sempat menyentuh 5.3% selama tahun berjalan. “Akan tetapi saat ini kondissinya mulai pulih, saya masih optimis Sumut di November nanti laju tekanan inflasi berjalannya bisa di bawah 3%.

Masih Dalam Batas Target Inflasi

Meskipun sulit untuk mengimbangi realisasi laju tekanan inflasi di sejumlah provinsi di pulau jawa. Yang sejauh ini bahkan Jatim hanya merealisasikan inflasi sebesar 1.4% saja,” katanya, Jumat 4 Oktober 2019.

Jadi besaran inflasi Sumut hingga akhir tahun nantinya akan sesuai dengan sasaran target realisasi inflasi sebesar 3.5% minus 1%. Artinya Sumut berpeluang mencetak inflasi dalam rentang batas bawah sasaran Bank Indonesia. Kuncinya ada di bulan Oktober dan November. Karena itu diharapkan ada deflasi lanjutan di dua bulan tersebut.

“Dengan sejumlah masalah tekanan inflasi Sumut sebelumnya, meskipun lebih besar dari rata-rata nasional, namun realisasinya nanti saya perkirakan masih dalam batas target inflasi nasional maupun batas inflasi yang ditentukan Bank Indonesia,” tukasnya. *Inc-4