Medan-Intainews.com:Elektronifikasi transaksi Pemerintah Kota Medan diperluas dengan mendorong kerjasama antara Bank Pembangunan Daerah dan perbankan dalam memperluas kanal transaksi non tunai lainnya. Sehingga Bank Indonesia mengajak semua Pemda untuk ikut menggunakan uang non tunai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia [BI] Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat [foto] mengatakan retribusi selain ATM dan teller juga transaksi non tunai dapat juga mendorong penerapan Surat Perintah Pencarian Dana [SP2D] online di 8 Pemda yang belum menerapkannya.

“Harusnya tak ada lagi uang tunai dalam pembayaran pajak, atau transaksi pembayaran lainnya,” ujarnya, Selasa 1 Oktober 2019. Dikatakannya, pengelolaan uang tunai di bulan Agustus 2019 mengalami peningkatan, dimana arus kas di Kota Medan menunjukkan net outflow [uang keluar dari [BI] walaupun terjadi penurunan outflow dan peningkatan inflow [uang masuk ke BI].

“Sedangkan penggunaan uang non tunai di Sumut mengalami peningkatan terutama elektronifikasi non tunai jalan tol yang terjaga di posisi 98,7 persen selama Agustus 2019,” katanya. Sedangkan transaksi non tunai lain yang terjadi di masyarakat yakni dalam hal penyaluran program pemerintah Bantuan Pangan Non Tunai [BPNT].

“Selama tahun 2019, hingga Juli, pemerintah sudah menyalurkan BPNT sebanyak Rp 304,87 miliar kepada rata-rata 395 ribu Keluarga Penerima Manfaat [KPM]. Jumlah ini meningkat hingga 6,25 kali secara yoy dibandingkan periode sama tahun lalu karena jumlah KPM juga meningkat dari 51 ribu KPM pada periode sebelumnya,” tuturnya. *Inc-03