Ilustrasi. Istimewa

Yogyakarta-Intainews.com:Harga ayam di tingkat peternak anjlok [turun tajam]. Harga satu kg ayam hidup di kandang hanya dihargai Rp 7.000. Peternak pun menjerit. Ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (Apayo), Hari Wibowo, peternak juga kesulitan mencari pembeli ayam.

Akibatnya, tukas Hari, banyak peternak yang memilih untuk berhenti beternak. “Harga ayam potong itu dipasarkan seperti biasa ya Rp 29.000 sampai Rp 30.000. Padahal di kandang harga ayam hanya Rp 7.000 sampai Rp 8.000. Itu pun rebutan golek bakul [cari pedagang],” ujarnya kepada wartawan Senin 24 Juni 2019.

Setidaknya 400-an peternak yang tergabung dalam Apayo merugi. Diakibatkan harga anjlok telah berlangsung hingga 10 bulan atau berlangsung sejak September 2018. “Jumlah peternak yang tergabung ada 400-an tapi sekarang banyak yang enggak pelihara karena jatuh-jatuh itu. Peternakan pada beralih ikut pabrikan. Pabrikan sebenarnya merugi juga,” imbuhnya.

Dia mengatakan satu peternak rata-rata memelihara 3.000-5.000 ekor. Per ekor, peternak rugi hingga Rp 20.000. Jika dihitung minimal peternak rugi hingga Rp 60 juta. Jika dihitung lebih luas produksi ayam di DI Yogyakarta mencapai 150 ribu ekor per hari.

Hari Wibowo menambahkan harga jual ayam ini juga jauh dari standar harga pokok penjualan Rp 18.500 per kg. Berdasarkan analisanya, penyeban turunnya harga ini lantaran melimpahnya ayam di peternak. Para peternak saling menurunkan harga hingga ke nominal yang tak wajar.

“Jumlah peternak yang tergabung ada 400-an tapi sekarang banyak yang enggak pelihara karena jatuh-jatuh itu. Peternakan pada beralih ikut pabrikan. Pabrikan sebenarnya merugi juga,” imbuhnya.

Dia mengatakan satu peternak rata-rata memelihara 3.000-5.000 ekor. Per ekor, peternak rugi hingga Rp 20.000. Jika dihitung minimal peternak rugi hingga Rp 60 juta. Jika dihitung lebih luas produksi ayam di DI Yogyakarta mencapai 150 ribu ekor per hari.

Hari menambahkan harga jual ayam ini juga jauh dari standar harga pokok penjualan Rp 18.500 per kg. Berdasarkan analisanya, penyebab turunnya harga ini lantaran melimpahnya ayam di peternak. Para peternak saling menurunkan harga hingga ke nominal yang tak wajar. *tid-20