Xi Jinping-Doald Trump- Sri Mulyani. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Bank Dunia memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,6 persen pada 2019 dan naik tipis menjadi 2,7 persen pada 2020. Ini merupakan kedua kalinya Bank Dunia memangkas ekonomi global, yang sebelumnya diproyeksi sebesar 2,9 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemangkasan ekonomi global tersebut tak terlepas dari perang dagang antara AS-China, yang saat ini telah memasuki implementasi sehingga risiko jadi lebih tinggi.

“Pada Juni ini memang sudah masuk tidak lagi ancaman, tapi masa implementasi ancaman tersebut,” ujar Sri Mulyani usai open house Idul Fitri di kediaman dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu 5 Mei 2019.

Untuk Indonesia, kata Sri Mulyani, dampak dari implementasi perang dagang juga akan terlihat pada kuartal kedua hingga akhir tahun ini. Kinerja ekspor dinilai akan menjadi yang paling terdampak akibat kondisi tersebut.

“Di Indonesia sudah terlihat tanda-tanda, ekspor kita 2017 akhir tinggi sampai 2018, dan kuartal I ini mulai menurun lagi,” jelasnya.Berdasarkan rilis Bank Dunia, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global pada 2019 lebih lemah dari perkiraan.

Antara lain sebesar 0,3 persen di bawah perkiraan sebelumnya pada Januari.
“Ketidakpastian kebijakan yang meningkat, termasuk eskalasi ketegangan perdagangan baru-baru ini antara dua negara besar, disertai dengan perlambatan dalam investasi global dan penurunan kepercayaan,” kata laporan itu.

Presiden Bank Dunia David Malpass dalam telekonferensinya kepada wartawan mengatakan, prospek ekonomi global baik dalam waktu dekat dan jangka panjang, akan menghadapi tantangan yang substansial.

Dia mencatat bahwa risiko penurunan pertumbuhan, termasuk peningkatan hambatan perdagangan, penumpukan pemerintahan utang, semakin memperdalam perlambatan di ekonomi utama. *kpn