Jakarta-Intainews.com:Malaysia menuduh Uni Eropa tengah meluncurkan “perang dagang” atas rencana untuk mengekang penggunaan minyak kelapa sawit dalam biofuel dan mengancam tindakan pembalasan di WTO.

Kompak, Indonesia dan Malaysia Protes Keras Uni Eropa terkait diskriminasi sawit. Menlu Retno diminta atasi diskriminasi CPO. Malaysia, merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia, akan terpukul keras oleh rencana Uni Eropa untuk menghentikan penggunaan biofuel pada tahun 2030.

Menteri Malaysia yang bertanggung jawab atas minyak kelapa sawit, Teresa Kok memulai kunjungannya ke ibukota-ibukota Eropa awal pekan ini untuk menekan kasusnya tetapi bersumpah bahwa pemerintahnya akan melawan balik jika Uni Eropa tidak mundur dengan rencananya itu.

“Kami melihat ini sebagai bentuk perang dagang oleh Uni Eropa terhadap Malaysia dan Indonesia sebagai negara penghasil kelapa sawit,” katanya kepada AFP.

“Kami akan melihat dengan jelas jenis barang perdagangan apa yang kami impor dari Eropa dan kami akan melihat negara lain (untuk mengambilnya),” tambahnya. Kok mengatakan Malaysia akan berkonsultasi dengan Indonesia sebelum melihat tindakan apa yang bisa diluncurkan di WTO terkait hal itu. *rmc