Medan-Intainews.com:Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap seluruh pemegang saham membantu Bank Sumut meningkatkan kapasitas permodalan, sehingga bank itu dapat tumbuh dengan baik.

“Penambahan modal menjadi salah satu hal yang penting dalam meningkatkan kinerja Bank Sumut, sehingga hal itu (tambahan modal) harus dilakukan termasuk dengan dukungan pemegang saham,” ujar Kepala OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori di Medan, Jumat 12 April 2019.

Hal itu dikatakannya pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan RUPSLB (luar biasa) Bank Sumut tahun buku 2018 (foto). Agenda utama RUPS dan RUPSLB Bank Sumut itu mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2018 PT Bank Sumut dan penggunaan laba setelah pajak tahun buku 2018.

Rasio modal Bank Sumut posisi Desember 2018 sebesar 17,85 persen. Meski sudah meningkat, tetapi rasionya masih lebih rendah dibandingkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya yang rasionya sudah 22,80 persen.

Modal dasar Bank Sumut posisi Desember 2018 mencapai Rp3,7 triliun. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan, Pemprov Sumut sebagai salah satu pemegang saham Bank Sumut berupaya terus meningkatkan jumlah sahamnya. Saat ini saham Bank Sumut per triwulan III 2018 sebesar 41 persen. “Pemprov Sumut berkeinginan tetap menjadi pesaham terbesar atau pengendali,” katanya.

PT Bank Sumut menggelar RUPS tahunan dan RUPSLB berlangsung di Gedung Kantor Pusat Bank Sumut membahas beberapa agenda dalam rapat tersebut. “Agenda utama RUPS tahunan dan RUPSLB adalah pengesahan laporan keuangan tahun buku 2018 Bank Sumut dan penggunaan laba setelah pajak tahun buku 2018,” ujar Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi.

Ia menjelaskan, agenda lainnya yang dibahas untuk Tahun Buku 2018 adalah mengesahkan penerbitan saham triwulan I, II dan IV Tahun 2019 dan triwulan I Tahun 2020 atas penyetoran modal yang disetor penuh pada triwulan-triwulan tersebut. *Inc-03