Ilustrasi.Istimewa

Medan-Intainews.com:Pergerakan IHSG diawal pekan ini cukup mengejutkan investor saham dimana IHSG dibuka melemah di level 6.473. IHSG sepanjang perdagangan hari ini (Senin 25/3) bergerak di zona merah mengikuti pergerakan saham dibursa Global.

IHSG tak dapat menahan tekanan seluruh indeks saham di bursa Global meskipun beberapa saham pemberat IHSG mencatatkan kenaikan yang cukup tinggi hari ini. IHSG ditutup turun 114 poin atau turun 1,74% dilevel 6.411. IHSG diperdagangkan di antara level 6.391-6.474.

Analist Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, pelemahan seluruh indeks saham di bursa Global disinyalir oleh penurunan atas hasil purchasing Manager Indeks (PMI) yang merilis hasil survey aktivitas diberbagai sektor suatu negara menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan. Dalam hal ini Jerman dan Prancis berada di bawah level 50 ini berarti adanya penurunan aktivitas bisnis baik sektor jasa maupun manufaktur.

“Tak hanya itu, yang menjadi sorotan sejumlah investor dan pemerintah dan pelaku bisnis lainnya ialah adanya hasil penurunan Indeks yang terjadi di AS. Dimana dari hasil yang didapat Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur AS untuk periode Maret adalah 52,5. meskipun ini masih berada di atas posisi level 50 namun ini merupakan angka terendah sejak Juni 2017.

Sehingga investor saham saat ini sontak panik dan menjual sahamnya,” katanya, Senin 25 Maret 2019. Meskipun hasil survei ini melemah, AS masih berada di atas level 50 sehingga investor tidak perlu panik karena kepanikan ini nantinya yang akan membuat situasi pasar modal menjadi kurang kondusif.

Penurunan level ini masih bisa dimaklumi karena ekonomi global saat ini masih terus berproses dan bergerak sehingga diharapkan nantinya pertumbuhan ekonomi Global dapat terus tumbuh dan paling tidak stabil. “Indeks saham-saham di bursa Global memang tampak merespon negatif adanya perlambatan survei bisnis ini dimana Dow Jones melemah 1,77%, Nasdaq jatuh 2,5%, S&P 500 turun 1,89%, NYSE turun 1,9%, Shanghai melemah 1,96%, STI turun 1,27% dan Hangseng melemah 2%, “ ungkap Gunawan Benjamin.

Dilanjutkannya, kemungkinan tekanan jual masih akan melanda beberapa Indeks di bursa saham namun hal ini saya kira momentum yang pas bagi investor dalam negeri untuk berinvestasi pada saham yang memiliki fundamental yang baik diharga obral,”ujar Gunawan lagi.

Di sisi lain, rupiah masih terus bertahan atas nilai tukar dolar AS. Rupiah melemah tipis 0,3% di kisaran level Rp.14.204/USD. Rupiah saya kira akan mampu bertahan di tengah situasi sekarang ini. karena meskipun tekanan eksternal cukup kuat melemahkan Rupiah saya kira fundamental Rupiah masih akan mampu menopangnya.* Inc-04