Dr Tumpak Silalahi SE MBA . Foto Istimewa

Medan-Intainews.com:Peneliti Senior Bank Indonesia (BI) Dr Tumpak Silalahi SE MBA mengatakan, BI concern terhadap digitalisasi ekonomi karena membawa keuntungan sekaligus tantangan bagi berbagai pihak mulai dari masyarakat biasa, penegak hukum hingga otoritas tertinggi moneter.

“Ekonomi digital membuat semuanya serba mudah. Misalnya bisa memitigasi aktivitas ilegal seperti korupsi, pencucian uang, dan pendanaan terorisme serta contry risk,” kata Tumpak Silalahi di Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab).

Tumpak menjelaskan saat menyampaikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Sosial Sains (FSS) Universitas Unpab, di Kampus Tamadun Mandiri, Jalan Gatot Subroto Sei Sikambing Medan, Sabtu 10 November 2018.

Kuliah umum bertema ‘Perekonomian Global dan Domestik di Era Digital’ dihadiri Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE MM, Kepala Prodi EP FSS Unpab Saimara Sebayang SE MSi, dosen senior FSS Drs HM Kasim Siyo MSi PhD, Drs Anwar Sanusi MSi dan ratusan mahasiswa semester VII Prodi EP kelas reguler dan kelas karyawan. Kuliah umum dipandu dosen FSS Unpab M Yusuf SH MSi.

Manfaat lain dari digitalisasi ekonomi, ungkap Tumpak, untuk mempercepat transaksi sehingga konsumsi meningkat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi serta kemudahan dan kenyamanan bertransaksi juga semakin baik. Selain itu, efektivitas moneter seperti kontrol terhadap money supply bisa dilakukan dengan mudah.

“Namun, ekonomi digital juga rawan terhadap serangan cyber ataupun fraud. Oleh karena itu, BI sebagai bank sentral melakukan diskusi dengan pihak bank sentral antarnegara guna menangkal serangan cyber ini,” kata peraih SE dari Fakultas Ekonomi USU, MBA dari Inggris dan doktor ekonomi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini.

Sementara itu, Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE MM dalam sambutannya mengatakan, teknologi block chain (berbasis data) di era digital tak bisa ditawar-tawar karena telah memasuki seluruh sendi kehidupan.

Bahkan di dunia pendidikan, sudah ada satu lembaga di luar negeri tidak punya kampus, tidak punya dosen tetap dan tidak punya struktur oganisasi tetapi bisa mengakses 100 ribuan mahasiswa seluruh dunia dengan hanya memakai teknologi bloch chain.

“Sertifikasinya secara akademik memang belum diakui, tapi untuk dunia industri/kerja tidak masalah. Dan ini tantangan bagi dunia kampus,” katanya. Isa meminta mahasiswa Unpab untuk meningkatkan kemampan literasi mengolah data. Sebab, pendiri Alibaba Group, Jack Ma, sudah mengingatkan, masa depan itu dipegang oleh siapa yang menguasai data.

“Kemampuan mengolah data ini bisa dijadikan salah satu profesi alternatif. Dan kemampuan mengolah data ini harus dimiliki oleh mahasiswa terutama Prodi Ekonomi Pembangunan,” tandas rektor.

Sebelumnya, Kepala Prodi EP Saimara Sebayang melaporkan, seusai menyampaikan kuliah umum, Dr Tumpak Silalahi langsung melakukan riview Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah kebanksentralan mahasiswa Prodi EP Unpab.

“Mata kuliah direview langsung oleh stakeholder dari BI. Ke depan semua mata kuliah di Prodi EP akan menghadirkan pakar di bidang masing-masing guna melaksanakan kurikulum berbasis kompetensi,” kata Saimara Sebayang. *Inc-11