Presiden saat program Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Mawaridussalam

Medan-Intainews.com:Dalam mewujudkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan khususnya di Sumatera Utara (Sumut) maka penting untuk membangun sebuah bank wakaf dalam skala mikro, sehingga para masyarakat yang membutuhkan modal usaha program ini sangatlah membantu.

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo mengatakan terdapat 33 bank wakaf mikro yang telah didirikan. Terdiri dari 6.674 nasabah yaitu setiap bank memiliki modal sebesar Rp 8 miliar.

“Tujuan pendirian bank wakaf mikro ini adalah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan,” katanya saat meresmikan Program Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Mawaridussalam Jalan Peringgan, Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Sumut, Senin (8/10).

Dijelaskannya, latar belakang didirikannya bank wakaf mikro itu adalah akses masyarakat terutama di lingkungan pesantren ke lembaga keuangan yang tidak mudah. Adanya administrasi yang rumit serta harus adanya agunan atau jaminan.

“Semoga dengan adanya bank wakaf mikro ini, ekonomi mikro di Indonesia bisa lebih berkembang lagi. Saya juga berharap jika sudah ada ratusan atau ribuan bank wakaf mikro bisa menjadi sebuah bank yang besar,” ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyebutkan, pihaknya akan terus memperbanyak program tersebut. Sebab, salah satu tugas OJK adalah memperluas akses keuangan kepada masyarakat.

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjend TNI Muhammad Sabrar Fadhilah, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan sejumlah tamu undangan lainnya. *Inc-04