Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto Istimewa

Venezuela-Intainews.com:Pemerintah Venezuela menangkap dan memenjarakan 34 manajer toko yang menimbun makanan dan mengatrol harga. Ini salah satu langkah Venezuela mengendalikan permainan harga yang kian mencekik rakyat di tengah inflasi super-parah di negara itu.

Diberitakan Reuters, penangkapan 34 manajer toko tersebut diumumkan oleh Presiden Nicolas Maduro pada Kamis 20 September 2018. Dia mengatakan, para manajer toko ini tidak mematuhi peraturan dan telah merampok rakyat.

“Ada group supermarket yang menyembunyikan produk dari masyarakat dan memberikan harga semau mereka. Ada 34 manajer dari supermarket besar dipenjara karena melanggar peraturan,” kata Maduro dalam pidatonya yang disiarkan langsung di televisi Venezuela.

Media setempat melaporkan, kebanyakan manajer yang ditahan bekerja di supermarket Central Madeirense yang telah berdiri selama 70 tahun di Venezuela. Kini Venezuela mengalami inflasi tahunan hingga mencapai 200 ribu persen, ditandai dengan harga bahan pokok selangit dan kebutuhan dasar yang langka di pasaran.

Bulan lalu, Maduro berjanji memperbaiki perekonomian di negara yang sebenarnya kaya minyak itu. Maduro memerintahkan kenaikan gaji hingga 60 kali lipat dan devaluasi mata uang hingga 96 persen. Pemerintah, kata Maduro, akan mensubsidi pengusaha untuk menaikkan gaji.

Namun beberapa pemilik usaha ragu atas janji Maduro. Untuk menutupi kerugian, mereka meningkatkan harga atau mengurangi jumlah pegawai, menambah angka pengangguran di Venezuela yang telah mencapai 26,40 persen menurut data CIA.

Maduro juga mengatakan Venezuela pada Oktober akan mulai menggunakan Petro, cryptocurrency yang diluncurkan tahun ini, sebagai alat dagang internasional. Namun banyak yang menyangsikan Petro akan bisa diterima di luar negeri. *Kpn