Ilustrasi. Istimewa

Medan-Intainews.com:Sebagaimana diketahui sektor perbankan masih menjadi primadona masyarakat Sumut dalam penyediaan modal usaha. Untuk itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sumut focus memberikan informasi kepada masyarakat dalam pengajuan kredit yang baik.

Bagaimana cara bijak mengajukan permohonan kredit/pembiayaan modal kerja produktif sektor perbankan. Kepala Kantor OJK Regional 5 Sumbagut, Lukdir Gultom mengatakan, publikasi BPS Provinsi, ekonomi Sumatera Utara Semester I 2018 tumbuh 5,02%.

Bila dibandingkan dengan posisi triwulan I 2018, ekonomi Sumatera Utara telah tumbuh 2,18%. Di Semester I 2018, 3 (tiga) pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor Lapangan Usaha Jasa Pendidikan (8,94%), Informasi Komunikasi (8,29%), dan jasa perusahaan (8,01%).

Secara historis, ekonomi Sumut cenderung didominasi oleh sektor Pertanian/ Kehutanan/ Perikanan (21,09%), Industri Pengolahan (20,28%), serta Perdagangan besar/eceran/reparasi sepeda motor (18,36%).

“Bila diamati dari berbagai sektor, kontribusi sektor Jasa Keuangan masih perlu diperbesar lagi karena hingga Semester I 2018 baru menempati urutan
ke-8 dari 16 jenis lapangan usaha yang berkontribusi. Dari sisi keuangan, aset perbankan terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan trend meningkat secara YoY,” katanya saat acara dialog OJK Wilayah Sumut dengan media di Medan, Rabu 19 September 2018.

Dikatakannya aset perbankan di Sumut meningkat 7,17% (YoY) atau 4,15% (Ytd) sehingga secara keseluruhan share perbankan Sumut terhadap total aset perbankan nasional sebesar 3,04%. Tentunya, hasil ini merupakan sinergi positif komponen penyaluran dana Kredit/Pembiayaan sebesar Rp210.231 miliar (YoY tumbuh 9,26% atau 3,05% Ytd) dan kegiatan penghimpunan dana sebesar Rp224.741 miliar (YoY tumbuh 5,46% atau 3,11% Ytd).

“Berdasarkan kondisi ini maka secara Ytd, pencapaian Sumut sebenarnya lebih tinggi dari capaian nasional (sementara) untuk kegiatan penghimpunan dana mengingat nasional hanya mampu tumbuh 1,77%. Namun demikian, penyaluran Kredit/Pembiayaan masih menjadi Pekerjaan Rumah yang masih perlu ditingkatkan penetrasinya di tahun 2018,” ujarnya.

Meskipun, katanya, secara YoY sudah melampaui target yang diharapkan (9%), tetapi posisinya masih di bawah rata-rata nasional (sementara) yang mampu melesat ke angka 11,59% (YoY) dan 5,27% (Ytd). Secara keseluruhan, kontribusi perkreditan perbankan di Sumut terhadap nasional per Juli 2018 baru sebesar 4,18%.

“Demikian pula halnya share realisasi penghimpunan dana yang baru sebesar 4,18%. Komponen kinerja intermediasi perbankan di Sumut juga masih relatif baik dengan LDR 93,87% (konvensional) dan 88,04% (syariah),” pungkasnya. *Inc-03