Ketua DPC AWPI Simalungun.foto/Ist.

Simalungun-Intainews.com : Ketua DPC AWPI Simalungun layangkan surat Pernyataan Keberatan ber-nomor : 003/DPC/AWPI-SIMAL, kepada Kepala Desa Nagori Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, Selasa 12 Mei 2020.

Dalam surat pernyataan keberatan yang di tandatangani Ketua DPC AWPI Simalungun, Frita Eva Purba dan Sekretaris Charles Saragih Turnip,M.AP, yang isinya salah satu Anggota AWPI Simalungun, Open Sibarani dituding Kepala Desa Nagori Tanjung Pasir, Dra. Martina Marbun yang terekam di Media Sosial Fb, sesuai dengan hasil screenshot menuding Open Sibarani “Biang Kerok”.

“Kami merasah keberatan atas tudingan Kepala Desa Tanjung Pasir atas tudingan yang tidak berdasar, ini akan kami bawak kerana hukum” tegas Eva Purba.

Kepada Intainews.com, Eva Purba memaparkan krenologis “perseteruan” antara Open Sibarani (Anggota AWPI-red), dengan Pangulu Tanjung Pasir, Dra Martina Marbun.

Dalam keterangannya, pada Jumat Pagi 1 Mai 2020, Open Sibarani Anggotanya ketemu sekelompok ibu ibu warga Huta II Nagori Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, memberitahukan kepada Open Sibarani mereka menerima yang diduga daging busuk dari E- Warung.

Selanjutnya para ibu penerima bantuan, menunjukan dan mengatakan “ini akan kami bawak ke Kantor Pangulu Nagori,” kata salah seorang penerima daging.

Keesokan harinya warga penerima BPNP ( Bantuan Penerima Non Tunai) membawa daging yang diduga busuk kepada Pangulu Nagori dan memperlihat daging tersebut kepada Pangulu Nagori Tanjung Pasir Dra.M Marbun.

“setelah daging di perlihat kepada pangulu Nagori Tanjung Pasir, Dra. Martina Marbun mengambil daging dari warga penerima menfaat” jelas Eva.

Lalu Angotanya Open Sibarani memberi informasi kepada salah satu media lokal, setelah berita terbit perseteruan antara Pangulu dengan Open mulai melebar, bersambut ke Media Sosial Fb,” itu awal permasalahan nya,” Kata Eva Purba memaparkan kepada Intainews.com.

“Mengapa angota kami di tuding biang kerok, seharusnya mereka berterimakasih menerima informasi dari masyarakat, tentang penyaluran Bantuan Non Tunai tidak layak di komsumsi,” ujar Eva.

Camat Tanah Jawa ketika di konfirmasi melalui handpone, Kamis (14/5/5sekira pukul 12.36 siang, membenarkan bahwa surat tembusan merasa keberatan tersebut telah diterimanya.

Ketika wartawan menanya tentang isi surat yang di tembuskan, Camat menanggapi surat yang diterima sudah di arsipkan,” jadi mau diapain lagi, sekedar kita ketahui aja pemersalahan mereka,” jawab Camat dengan ketus.

Lebih lanjut Camat menjelaskan buntut dari peristiwa dugaan daging busuk, ini buntut dari klarifikasi yang dibuat kemaren. Daging itu di terima oleh penerima memfaat, satu hari setelah di tererima keesokannya baru di bilang busuk sekanjutnya di beritakan di koran.

Dalam berita seakan Pangulu yang memberi daging yang di duga busuk, sampai datang teguran sekda, jadi Pangulu marah karena dia tidak merasa memberi daging busuk kepada masyarakat.

“permasalahan ini sudah di klarifikasih sama Sekda dan disaksikan Kapolsek, Babinsa jadi apa yang mau di tindaklanjuti lagi, e-warung sudah menganti dengan telur dan semua sudah clear,” terang Camat.

Sekali lagi saya jelaskan, pemilik warung membagi daging dari jam satu sampai jam lima sore, kemudian besoknya baru warga penerima membawa daging yang di duga busuk,” wajarlah busuk karena tidak di kulkas, kalau di kulkas artinya mereka tidak miskin, pokoknya masalah ini sudah di klarifikasi sama sekda,”ujar Camat.

Buntut masalah Pangulu ada rencana mau melaporkan hal ini, jadi pembuat berita bingung karena beritanya itu memojokan Pangulu, pada hal pangulu tidak pernah membagikan daging kepada penerima,” itu beritanyakan tendensius, ” tutup Camat.

Sementara Pangulu Nagori Tanjung Pasir ketika di hubungi melalui nomor hp-nya 08216515xxxx tidak aktif.Inc-Prb.