Pukul 5.30 WIB pagi petugas posko perbatasan saat melakukan cek point kepada penumpang dari Banda Aceh. foto/Yun

Aceh Selatan-Intainews.com : Hasil pantauan wartawan Intainews.com di  perbatasan Aceh Selatan Abdya sekira pukul 05.30 WIB, ambulans tidak standby (siaga) di lokasi, dikhawatirkan memperlambat evakuasi, hal itu dikatakan Danru Syamrizal, Minggu (19/4/2020).

Informasi yang diterima dari Komandan Posko (Danpos) atau komandan regu (Danru) Syamsurizal menyebutkan, sejak berdirinya posko perbatasan di SD Negeri 1 Kuta Trieng Kecamatan Labuhanhaji Barat, selama ini piket kesehatan selalu standby di lokasi.

Diakuinya Sabtu malam para piket kesehatan tidak stand by di posko, berhubung tim medis masuk piket di Puskesmas Labuhanhaji Raya, Minggu (19/4/2020)

Walau demikian, tujuh instansi yang tergabung dalam tugas tetap standby 24 jam selama jadwal yang telah ditentukan menjalankan tugas, seperti dari TNI/Polri, Perhubungan, BPBD, Satpol PP dan WH dibantu dua orang dari tim medis.

Diakuinya selama tugas menjaga lintasan perbatasan ini, hasil cek poin suhu tubuh rata-rata 35, 36, 37°C, dan masih di ambang batas, yang kurang standby di sini adalah ambulans.

Selanjutnya Danru mengatakan, Sabtu (18 /4/2020) terdapat salah satu warga yang suhunya mencapai 40°C, namun setelah di istirahatkan di posko, petugas kembali melakukan test, suhu tubuhnya kembali normal.

Tidak stand by ambulans akan memperlambat evakuasi, dikhawatirkan di saat adanya pasien yang suhu tubuhnya tinggi di posko, sementara ambulans tidak stand by, pasien bisa tidak tertolong,” selama empat hari saya masuk piket di posko perbatasan Aceh Selatan-Abdya tidak ada ambulans yang siaga,” ujarnya.

Padahal, lanjut Danru, mencegah penularan dan memutuskan mata rantai Virus Covid-19, hendaknya semua petugas di perbatasan harus lengkap dengan APD terlebih petugas piket di posko yang senantiasa kontak langsung dengan warga yang melintas di perbatasan, “Ambulans juga harus standby di tempat,” pungkasnya. Inc-Yun.