Peserta group tari Melayu dari Thailand

“Ini kegiatan serius untuk melestarikan budaya Melayu kita. Event-event seperti ini sangat baik dilaksanakan,” kata Dekan FIB

Medan-Intainews.com:Ke hutan mencari kayu, ke laut mencari cumi.” Kalau tak kami memelihara budaya Melayu, siapa lagi. Begitu ungkapan pantun untuk mahasiswa Sastra Melayu Isanul Husni yang bertugas penerima tamu di Festival Budaya Melayu 2 di plataran Fakultas Ilmu Budaya [FIB] Universitas Sumatera Utara [USU], Senin 14 Oktober 2019.

Isanul menyadari Budaya Melayu yang diterpa zaman, “Harus dilestarikan, mesti diangkat ke permukaan dengan acara-acara seperti ini. Coba bayangkan, kalau tidak ada Program Studi [Prodi] di FIB USU ini, ungkapan ‘Melayu tak lekang di bumi’, menjadi hilang di bumi.

Informasi dihimpun Intainews.com, Selasa 15 Oktober 2019 Gebrakan mahasiswa Program Studi [prodi] Sastra Melayu dengan Festival Budaya Melayu merupakan apresiasi budaya Melayu di tengah kaum millenia, agar tidak tercerabut dari akar budaya Indonesia.

Festival ini cukup menarik, ada tampilan tarian dan nyanyian Melayu asal Patani Thailand, ada juga tampilan budaya Melayu Malaysia, dimunculkan senandung dan nyanyian Melayu.

Menurut Ketua Program studi [Prodi] Sastra Melayu USU, dr Rozana Mulyani, MA kegiatan Festival Budaya ini juga disandingkan dengan 34 tahun dies natalis Prodi Sastra Melayu USU. Diharapkan kegiatan ini mampu merevitalisasi budaya Melayu yang dinilai mulai terkikis globalisasi dan siber komunikasi.

Berbagai ragam seni merupakan adat dan tradisi Melayu ditampilkan di Festival Budaya Melayu, antara lain tari Ahoi, Vokal Solo, Terompah panjang, Senandung, Berbalas pantun, Serampang dua belas , Ronggeng Melayu, silat Melayu, dan lainnya.

“Digelarnya event-event seperti Festival budaya Melayu ini diharapkan mampu mengembalikan semangat masyarakat akan budaya Melayu Seperti dulu lagi,” kata Rozana.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Dr Budi Agustono,M.S mengaku sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan Featival Budaya Melayu ini. Diharapkannya kegiatan ini dapat memicu prodi lain untuk melaksanakan kegiatan yang sama.

“Ini kegiatan serius untuk melestarikan budaya Melayu kita. Event-event seperti ini sangat baik dilaksanakan. Marilah kita bersama sama menggelar kegiatan yang tujuannya melestarikan budaya kita,” kata Dekan FIB.

Staf ahli Gubernur Sumut Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Naufal Mahyar yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, keragaman budaya seperti pelaksanaan festival budaya ini merupakan salah satu ajang untuk memperkenalkan budaya Melayu kepada mahasiswa dan masyarakat.

“Sama-sama kita ketahui di Sumut ada 8 etnis, budaya Melayu adalah yang tertua. Sehingga kita harapkan kegiatan ini berdampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat,” tuturnya.

Ketua panitia Fadil mensyukuri hajatan ini bisa dilaksanakan dua tahun berturut.
“Kita punya misi mendekatkan Budaya Melayu kepada generasi millenial bahwa Melayu memiliki sejarah panjang dalam darah Indonesia khususnya Sumatera Utara,” ungkap Fadil. *Inc-04