Sebagian penyair, seniman dan sastrawan foto bersama

Di lokasi bekas Karhutla Riau, Tantawi Panggabean dengan puisinya ‘Asap tak Kunjung Padam’ tampil membaca puisi, dilanjutkan puisi As Atmadi ‘Desa Muara Bio’, di tepi sungai sibayang kampar kiri

Riau-Intainews.com:Sejumlah 108 penyair, sastrawan, budayawan seniman dan pekerja seni dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan mancanegara mengikuti Kenduri Budaya di Desa Muara Bio, Kecamatan Kamparkiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau berkumpul.

Kegiatan hari puisi Indonesia [HPI] yang berlangsung 7 Oktober hingga 9 Oktober 2019 ini digagas dan dilaksanakan Komunitas Seni Rumah Sunting Pekanbaru, Riau didukung antara lain, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam [BBKSDA)\] Riau, WWF Indonesia, Yayasan Peduli Konservasi Alam [Yapeka], Papala Padang Sawah.

Juga didukung Kepala Desa dan masyarakat Desa Muara Bio serta kepala desa di sepanjang aliran Subayang, seperti Desa Gema, Tanjung Belit, Aur Kuning dan Pangkalan Serai. Kepala desa selain hadir, juga membantu perahu untuk kepentingan transportasi dari Desa Gema menuju Muara Bio.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono SH, MHum hadir sebagai salah satu pembicara dalam Kenduri Budaya. Ada juga Rini Intama, penyair dan sastrawan asal Banten, Kepala Desa Aur Kuning Adamri. Dialog dimoderatori langsung Kunni Masrohanti [penyelenggara], yang juga pemimpin Komunitas Seni Rumah Sunting.

Sastrawan dan penyair yang hadir antara lain, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri [Jakarta], Ihsan Subhan [Jawa Barat], Ujang Saepuddin [Jawa Barat], Nik Mansour Nik Halim [Vietnam], Y Nidie Nie [Vietnam], Dr Malim Gazali [Kuala Lumpur, Malaysia], M Rosli Bakir dan Hamzah Hamdan [Johor, Malaysia], Dr Hermawanan.

Berikut Dr Endut Achadiat, Muhammad Subhan, Muhammad Ibrahim Ilyas, Arbi Tanjung, Syarifuddin Arifin, Yeyen Kiram [Sumbar], Ubaidillah Al Ansori, Suyadi San, Tantawi Panggabean [Padangsidimpuan-Sumut] Erlina [Kepri], Abinya Umar [Palembang] dan masih banyak lainnya .

Para peserta menikmati kemolekan alam Rimbang Baling dan Sungai Subayang dengan naik perahu [piaw], bebas mengeksplore kebudayaan masyarakat Muara Bio, makan bajamba, mengikuti dialog sastra budaya, membaca puisi di panggung terbuka.

Selain itu melihat lebih dekat prosesi tambak ikan hingga api unggun, bakar ikan dan udang di tengah malam. Dalam kesempatan itu di hari pertama Tantawi Panggabean membacakan Puisinya di lokasi bekas kebakaran hutan [Karhutla] Riau dengan puisinya Asap tak Kunjung padam dilanjutkan puisi As Atmadi Desa Muara Bio, di tepi sungai sibayang kampar kiri. *Inc-16