Ahli waris dan pengetua adat berfoto bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Ria Novida Telaumbanua [No2 dari kanan]

Medan-Intainews.com:Pemerintah Provinsi Sumatera Utara [Pemprovsu] berencana memindahkan pusara Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah, ke tempat yang lebih layak dan representatif. Langkah ini sebagai upaya revitalisasi terhadap sejarah perjuangan dan peran pahlawan nasional yang dikenal sebagai Raja Penyair Pujangga Baru tersebut.

Pembahasan yang melibatkan ahli waris, pemangku adat, akademisi, budayawan, pemerintah daerah dan aparat keamanan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut pada Foccus Group Discussion Revitalisasi Makam Amir Hamzah di Hotel Grand Antares, Jalan Sisingamangaraja, Medan, baru-baru ini

Secara umum para pihak sepakat dan mendukung rencana revitalisasi makam Amir Hamzah. Proses pemindahannya akan disesuaikan aturan fatwa Majelis Ulama Indonesia [MUI ] dan tatanan adat serta budaya Melayu.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ria Novida Telaumbanua, Sultan Negeri Langkat VIII Sri Paduka Tuanku Sultan Azwar Abdul Jalil Rahmad Shah al-Haj, cucu Alm Tengku Amir Hamzah Amaliah Hariana.

Berikut Ketua Kerapatan Adat Kesultanan Langkat Tengku Tazul, Prof Wan Saifuddin, Tengku Mira Sinar, Kepala Bappeda Langkat, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Langkat, Budayawan Muhar Om Tatok dan lainnya. sebagainya.

Nouval Mahyar mewakili Gubernur Sumatera Utara [Gubsu] mengatakan, revitalisasi ini bertujuan agar masyarakat dapat terus mengenang dan mengenali sosok pahlawan nasional Amir Hamzah yang ikut memberikan arti dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sultan Langkat menyebut, masyarakat adat Langkat mendukung sepenuhnya rencana Gubernur Edy Rahmayadi tersebut. “Ini tentu sebuah langkah yang perlu didukung, karena sosok Tengku Amir Hamzah bukan hanya kebanggaan masyarakat Langkat ataupun Melayu saja, namun juga merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia karena jasa dan kiprahnya,” ujar Sultan.

Tengku Amir Hamzah mendapat Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden Nomor 106/TK/Tahun 1975 tanggal 3 November 1975 karena dinilai telah memberikan perjuangan dalam membela Negara dan Bangsa. Amir Hamzah terbunuh pada 20 Maret 1946 dalam revolusi sosial yang terjadi pada tahun 1946.

Dalam kesempatan itu, Cucu Amir Hamzah yang akrab dengan sebutan Tengku Rina membacakan puisi Padamu Jua karya Amir Hamzah. Padamu Jua dinilai kritikus sastra merupakan puisi terbaik karya Amir Hamzah yang menunjukkan pengakuan terhadap keesaan Tuhan. * Inc-04