Tantawi Panggabean

BY TANTAWI PANGGABEAN *

Padangsidimpuan
Buram angkasa selimuti bumi Bertuah
Gemerutuk ranting pepohonan kering menjilat merambat kobaran api menyeruak hutan bakau berawa tumpuan tanah Melayu daratan.

Mata tak tembus pandang mega-mega berarak
Panas menyengat kulit,bercak debu pasir beterbangan hinggap diretina mata perih Bedebah Tertawa
Mengapa tangan dosa tega lumuri lumpur ntuk kesenangan sesaat ?

Bencana asapmu tak kunjung padam,air pun kini tak ber arti lagi……………….
Seperti penggalan lagu rolies era 70 an “Mengapa mengapa Hutanku Hilang dan Tak Pernah Tumbuh Lagi”
Dulu hutanku lebat rimbun tanpa asap …..kabut embun dingin menetes didedaunan bak ratna mutu manikam, kicau burung ciptakan simpony merdu buluh perindu……kini derik-derik ranting kering daun rapuh gersang rawapun kering krontang tak beralasan.

* Penulis adalah, seniman berdomisili di Padangsidimpuan