Mural Anak-anak bermain karya Genta di Pajak Ikan Lama, Jalan Keretapi Medan

Medan-Intainews.com:Saat warga melintasi lukisan mural karya kreator mural Medan, Genta di kawasan Pajak Ikan Lama di Medan menjadi perhatian. Kehadiran lukisan mural di Jalan Stasiun Kereta Api Kecamatan Medan Baru itu, beberapa hari ini mendapat banyak perhatian masyarakat.

Tidak sedikit masyarakat yang sedang berkendara memberhentikan kendaraannya demi bisa mengabadikan momen foto di lokasi itu. Genta [25] kreator mural asal Medan, menyulap dua dinding rumah yang dulunya usang dan berdebu jadi bernilai artistik.

Lebih dari itu Genta memanfaatkan konten mural buatannya sebagai sebuah kritikan terhadap dunia anak yang hilang dirampas keangkuhan zaman. Kreasi Genta, melukiskan dunia anak di masa lalu penuh kebahagian walau tanpa gadget.

“Sebenarnya, kesenangan anak-anak sudah dirampas saat ini oleh gadget. Enggak ada lagi privasi anak-anak di situ, di usia anak-anak harusnya diisi dengan bermain,’’ ujar Genta, kepada kumparan, Minggu 21 Juli 2019. Mural, karya Genta juga kian menarik lantaran dilukiskan foto orangutan yang tampak bersahabat dengan manusia,

“Hanya lukisan human interest saja. Menggambarkan ekspresi aja. Jadi kalau orang lihat lukisan itu, orang bereaksi. Makna universalnya aku ngambilnya human interest-nya saja,’’ kata Genta.

Mural karya kreator Genta, anak sedang bermain didampingi anak orangutan yang menjalankan nalurinya bermain.

Menurut Genta, dia mengerjakannya sejak bulan Mei 2019. Dia beraksi sendirian, demi sebuah karya seni inspiratif. Genta ingin menunjukkan kalau Medan, juga punya taji untuk bersaing dengan pelukis mural dengan negara lain.

“Kita sebagai pelaku industri kreatif di Medan, ingin menunjukkan diri bahwasanya, putra daerah kelasnya tidak jauh beda kelasnya dengan pelukis mural dari luar negeri,” ungkapnya. Pada proses pembuatannya, Genta dibantu, Medan Kreatif Project, untuk mengurus izin menggunakan dinding rumah untuk lukisan muralnya.

“Saya sangat senang dengan antusiasme masyarakat menyambut lukisan mural saya. Medan butuh tempat gitu, minat kunjungan di Medan banyak,” ucapnya. Genta mengaku, baru pertama kali membuat karya mural dengan ukuran besar, dia mempelajarinya secara otodidak.

“Di bulan Agustus nanti kita akan launching, karena saat ini masih ada bagian lain yang belum siap,” ujar Genta. Karyanya ini tidak akan berakhir di kawasan Pajak Ikan Lama, dirinya akan terus menyulap tempat lain di Kota Medan menjadi lebih artistik lagi. “Di tempat lain juga akan saya buat, kota Medan butuh tempat ini, agar lebih disenangi masyrakat,” tuturnya.