Gunungsitoli-Intainews.com:Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara akan menggelar seminar warisan budaya nias untuk mengangkat budaya Nias di tingkat nasional dan internasional.

“Peserta seninar kita perkirakan sekitar 150 orang, dan terdiri dari duta atau konsul negara negara sahabat,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli Meiman Harefa, Rabu 26 Juni 2019 [foto].

Menurut dia, pelaksanaan seminar warisan budaya Nias digelar untuk mengisi kegiatan pelaksanaan wisata bahari atau Sail Nias 2019 yang akan digelar pada September 2019 di Kepulauan Nias. “Sesuai permintaan panitia pusat, Kota Gunungsitoli mengajukan kegiatan seminar warisan budaya Nias dan festival kopi dan kuliner nusantara,” terangnya.

Dari Kadis Pariwisata diketahui jika seminar warisan budaya Nias rencananya akan dilaksanakan di komplek Museum Pusaka Nias tanggal 11-12 September 2019. Pada hari pertama digelar seminar dengan pembicara dari pusat serta direktur Museum Pusaka Nias Pastor Yohanes dan Ephorus BNKP Pdt.Tuhoni Telaumbanua.

Sedangkan pada hari kedua digelar tour budaya, dimana para peserta seminar diajak untuk melihat lokasi di Kota Gunungsitoli seperti Museum Pusaka Nias, Desa Adat di Desa Tumori, Kecamatan Gunungsitoli Barat dan Gua Togindrawa di Desa Lolowonu Niko,otano, Kecamatan Gunungsitoli.

Kepada media, kepala dinas Pariwisata tidak mengungkapkan jika Sail Nias 2019 adalah program pusat dan semua pelaksanaan dana dan kegiatan diatur oleh kepanitiaan pusat lintas kementrian atau kordinator kemaritiman yang dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia DR Yassona Hamonangan Laoly.

Dia juga memberitahu, seminar warisan budaya Nias dipilih untuk mengisi acara Sail Nias 2019 untuk mengangkat budaya Nias di tingkat nasional dan internasional. Pada seminar akan dibahas atau dibicarakan tentang budaya Nias yang ada di seluruh Kepulauan Nias dan tujuannya untuk mengajak lembaga lembaga yang konsen kepada budaya memberikan perhatian, dan membuat program pelestarian budaya Nias.*Inc-12