No-3

“Ya, terimakasih Pak, sekarang juga saya SMMS-kan nomor rekening atas nama PT ANA Ustz sekarang juga. Bapak kirimkan alamat lengkap,…”

Intainews.com:SUAMINYA menyurutkan pelukannya, takut kalau sampai mengganggu bayi yang diharapkan sebagai keturunan dirinya juga sebagai penerus. Namun mereka terus saja bergaul mesra, bagai anak kucing yang lasak, saling pukul dan saling gigit pelan dan mengundang gelora. Di rumah tidak ada siapa-siapa, kecuali mereka berdua.

Rumah seperti disulap oleh gelora hati menjadi indah, menjadi tempat yang cocok bagi kedua insan ini untuk saling manyalurkan hasrat manusiawi. Suaminya membopong iastrinya dan membawanya ke ke kamar. Ketika suami keluar untuk mengunci pintu, Ana menghidupkan ac.

Sekarang udara menjadi dingin dan sejuk. Suaminya ingin segera menumpahkan hasrat yang seperti sudah naik ke kepala. Tentu Ana sudah siap untuk bersama berkayuh menuju pantai yang membahagiakan. Gelombang semakin besar menerpa, Ana pasrah menerima suasana yang membuat dirinya semakin bregelora. Angin semakin kencang mengguncang perahu yang terus melaju bergairah.

Hingga pada satu titik keduanya sama-sama terhempas dan terkulai, saling berpandangan dan suaminya menghapus keringat di leher istrinya. Ana juga menghapus keringat mengucur deras di kening dan dada suaminya saat berkayuh ke pantai yang terasa jauh, hingga keduanya kelelahan.

“Semestinya Abang tidak boleh lagi terlalu bersemangat begitu, nanti terganggu bayi kita,” kata Ana mengingatkan.

“Abang tau Na, tapi Abang seperti tidak sadar, seperti kesurupan, astagfirullah,…” ucap suaminya yang benar-benar luar biasa tadi, tidak sadar bahwa istrinya sedang hamil muda.

“Kalau begitu, Na kita batasi saja. Atau biarlah Abang puasa saja sampai Ana melahirkan,….”

“Ah nggak mau Bang, jangan begitu. Ana yang nggak kuat. Belakangan ini Ana ingin seiap hari berhubungan, dan kapan saja. Mungkin bawaan bayi kita ya bang?”

“Kita ke dokter nanti malam. Coba kita konsultasi dengan dokter. Bagaimana sebenarnya berhubungan badan yang saat istri sedang hamil muda,” kata suaminya.

Pembicaraan terhenti sampai di situ saat hanphone milik Ana berdering. Rupanya toko buku di Yogyakarta minta dikirimu buku ‘La’ karya Ustadz Daham.

Bersamaan dengan Ana berdialog dengan peminat bukunya, suaminya itu permisi dengan bahasa isyarat dirinya segera mandi, untuk membersihkan diri.

Dalam dialog itu, Ana meminta seratus buku yang dikirm harus dibayar kontan, dipotong ongkos kirim. Orang di seberang yang mengaku pemilik toko buku ingin membayar separuh dulu. Kekurangannya bulan depan dilunasi.

“Kalau begita Pak, ambil separuh saja 50 eksemplar dulu saja,” tutur Ana.

“Ya sudah sekarang juga saya transfer dana untuk seratus eksemplar.”

“Ya, terimakasih Pak, sekarang juga saya SMMS-kan nomor rekening atas nama PT ANA Ustz sekarang juga. Bapak kirimkan alamat lengkap,” kata Ana bersama memutuskan hubungan. * Bersambung