No.92

Semua pohon akan tersenyum riang, alam pun akan bersyukur saat
anak adam menjalankan kewajibannya kepada istrinya yang sah.

Intainews.com:BETAPA Riangnya Mama dan Haji Sardan, bisa makan di restoran yang mewah dengan menu makanan yang lezat citarasanya. Ana berbisik kepada suaminya, tapi kedengaran dengan Mama dan Haji Sardan. Kalau ada Bunda suasana ini lebih meriah dan gembira, kata Ana yang disambut suaminya, kalau Bunda cuti dan kembali ke tanah air kita bawa ke Danau Toba sama Mama biar mereka bergembira bersama.

Haji Sardan sangat gembira, selain bisa makan enak, bisa membawa pulang makanan lezat untuk istrinya. Dia mendapatkan honor mengantarkan buku Rp 1 juta ditambah
uang makan dan uang minyak kendaraan dari Ana. Pastilah istrinya bergembira,
dan Haji Sardan mendoakan agar buku ini laris dan banyak yang perlu diantarkan.

Tiba di rumah, Ana dan suaminya duduk di ruang tamu. Suami istri itu masih terus
membicarakan soal bisnis buku. Ana mengatakan kepada suaminya ada akte
notaris yang dikenalnya, sudah dimintanya datang ke rumah besok untuk membuat
PT penerbitan buku. Suaminya sudah sangat setuju nama PT itu memakai nama Ana. Jadi PT Ana, namun ditambahi Ana dengan Ustz biar keren. Lengkapnya PT Ana Ustz.

“Supaya tetap melekat juga nama Abang. Mudah-mudahan Ana bisa jadi Ustazah juga. Seperti nama Abang dari kecil sudah dibuat Almarhum Ayah Ustadz Daham. Dengan doa dari nama itu, akhirnya Abang jadi Ustadz.”

Suaminya selalu senang dan menyambut ide-ide Ana yang cerdas. Diam-diam di hatinya, sangat mengagumi istrinya yang membuat banyak perubahannya dalam kehidupan. Demikian juga Ana, sangat megagumi dan menghormati suaminya yang membuat derajat dirinya dan keluarganya melambung tinggi.

Badan Kenaziran Masjid di tempat tinggal mereka baru menyadari tingginya pengetahuan Ustadz Daham. Jadi suaminya tidak hanya diminta untuk azan di masjid saja seperti selama ini. Kini suaminya mulai diajak diskusi dan jadi imam shalat dan katib Shalat Jumat.

Sampai di kamar keduanya masih bercerita menjelang tidur. Ana mengingatkan kepada suaminya soal sadakah untuk seratus anak yatim yang diniatkannya. Suaminya sangat setuju, tinggal mencari waktu yang tidak sibuk. Ana setuju minggu depan, supaya dia bisa menyiapkan paket untuk anak-anak yatim, sepatu, buku, alat tulis dan tas. Ana sudah melihat rekeninngnya, dari Almarhum Pak Bon ada transfer Rp 5 miliar. Nazar untuk sadakah seratus anak yatim dalam kaitan rezeki nomplok itu juga.

“Sebaiknya ada makanan untuk anak yatim sama tetangga apa tidak ya bang?”

“Kalau ada kelapangan rezeki dan memang sudah diniatkan itu lebih baik.”

Ana senang mendengar apapun yang dikatakannya selalu disetujui suaminya.

“Bang, sekali-sekali Abang bantahlah kalau tidak cocok idea Ana,…”

“Ya, pastilah. Tapi, kalau memang baik bagaimana membantahnya,” kata
suaminya sembari membiarkan dirinya diusap-usap tangan Ana hingga mengundang
gelora. Suaminya lekas mengerti, lalu membalas belaian istrinya hingga keduanya kembali berlayar ke pantai bahagia bersama gelora asmara yang dijanjika Ana
sebelumnya. Semua pohon akan tersenyum riang, alam pun akan bersyukur saat
anak adam menjalankan kewajibannya kepada istrinya yang sah. * Bersambung