Bupati Garut Rudy Gunawan dan poster film Garin Nugroho. Foto istimewa

akarta-Intainews.com: Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Wali Kota Depok dan Bupati Garut menolak film garapan Garin Nugroho berjudul ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ ditayangkan di daerah masing-masing, karena film tersebut dapat memengaruhi cara pandang terhadap kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender LGBT.

Informasi dihimpun Intainews.com, Senin 29 April 2019, Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Muda Mahendrawan menolak film tersebut untuk ditayangkan di wilayahnya lewat surat edaran yang juga dikirimkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

“Untuk menjaga dan memelihara masyarakat, dari dampak yang ditimbulkan oleh pelaku penyimpangan seksual,” tulis Mahendrawan dalam surat edaran tersebut, Jumat (26/4). Wali Kota Depok, Mohammad Idris juga keberatan penayangan film itu.

Melalui surat bernomor 460/185-Huk/DPAPMK tertanggal 24 April 2019 melarang penayangan film tersebut di wilayahnya. Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ dianggap dianggap bertentangan dengan nilai agama.
Kini Bupati Garut Rudy Gunawan juga melarang bioskop di wilayahnya menayangkan Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku‘, karya Garin Nugroho, lantaran dianggap bertentangan dengan norma agama.

“Saya sudah menginstruksikan Kadiskominfo Garut agar melarang pemutaran film tersebut di Garut. Kita minta agar mengganti dengan film yang lain saja,” ucap Rudy kepada wartawan di kantornya, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Senin 29 April 2019.

Menurut Rudy, film tersebut sangat bertentangan dengan norma keagamaan. Apalagi, kata Rudy, film tersebut dianggap terlalu vulgar dan menayangkan adegan berkaitan dengan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

“Film itu juga bertentangan dengan budaya ketimuran yang mengedepankan etika dan kesusilaan,” Rudy menambahkan. Dia telah meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk melarang penayangan film itu, baik di bioskop maupun tempat lain.

Rudy juga berharap masyarakat untuk tidak mengkonsumsi film tersebut. “Tidak ada nilai baiknya bagi masyarakat. Apalagi bagi generasi Milenial dan anak-anak,” tandasnya.

Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku‘ yang tayang sejak 18 April 2019 lalu menuai kontroversi. Bahkan dalam situs petisi Change.org, muncul penolakan film yang mengangkat konteks perjalanan tubuh seorang penari lengger itu. Sejumlah daerah juga melarang tayangan film ini. *Inc-04