No.78

Zuliana, bakal dipastikannya tidak dapat menutupi aibnya yang sangat buruk.

Intainews.com:TIBA di rumah, Zuliana masuk untuk bersalin pakaian pegawai negeri. Mulutnya terus juga bicara kepada suaminya jangan lupa menanak nasi. Telur ada di kulkas kala ikan tidak cukup, jangan lupa istitahat. Ana Masih sempat membuatkan teh manis untuk suaminya. Lalu bergantung di leher suaminya, menciuminya. Suaminya membalas. Saat pelukan merenggang dan lepas, suaminya mengantarkan sampai ke depan. Menutup pintu pagar setelah mobil keluar. Melambaikan tangan dan hilang di tikungan jalan.

Ana menghubungi Mamanya. Handphonenya tidak aktif. Tak ada jalan lain, kecuali ke rumah Pak Haji Sardan. Sampai di rumah Haji Sardan, Bu Haji mengatakan Mama diantarkan Haji Sardan ke rumah Bunde. “Ah Mama, tidak sabar,” begitu kata hatinya. Mudah-mudahan Mama tidak menceritakan kepada Bunde tentang dirinya bersama Pak Bon. Oh, apa yang ditakuti Ana terjadi juga.

Mama sudah mencurahkan semua cerita tentang hubungan Ana dengan mantan atasannya di kantor, sampai dirinya diancam. Mama meneceritakan itu di depan Bunde dan Haji Sardan. Dalam hati Haji Sardan berkata, benarlah isu-isu yang diceritakan tetangga kepadanya. Dirinya menyesal tidak menceritakan isu itu kepada Ustadz Daham. Langsung pikirannnya melayang ke arah Tini, wanita yang disukai Ustadz Daham. Kalau itu diceritakan Ustadz Daham, pastilah Ustadz lebih memilih Tini yang suci dan polos.

Di perjalanan pulang ke rumah, Haji Sardan mencoba menghubungi Tini, bagaimana kabarnya sekarang. Dipinggirkannya sepedamotornya dan menghubungi Tini, kebetulan langsung diangkat.

“Asalamualaikum Pak Haji,…” kata Tini setelah tahu Haji Sardan menghubunginya. Pastilah soal tanah atau rumah yang mau dijualnya, barangkali ada yang menawar.

“Walaikum salam. Lagi di mana Tini”

“Lagi di Kampus, ada seminar tentang wanita muslim. Ada apa Pak Haji, Bu Haji sehat?”

“Ya, sehat. Bulan Ramadn ini tidak pulang ke kampung?”

“Kelihatannya tidak, di sini banyak sekali kegiatan. Kapan-kapan Bu Haji dan Bapak mau ke kota hubungi Tini, biar Tini jemput…, kita ketemu.”

“Ya, terimakasih. Kuliahnya jurusan apa Tini?”

“Kuliah Sastra Inggris. Sore kuliah Bahasa Arab, Tini mengambil program kuliah S2 ke luar negeri.”

“Alhamdulillah,…” kata Pak Haji menutup pembicaraan. Dan dia tidak tega menyampaikan keadaan Ustadz Daham kepadanya. Haji Sardan merasa bakal rusak hubungan rumahtangga Ustadz Daham setelah dirinya tahu, ternyata istrinya Zuliana wanita peliharaan seorang lelaki yang pernah menjadi atasannya. Keponakannya Zuliana, bakal dipastikannya tidak dapat menutupi aibnya yang sangat buruk.

Selama dia atas sepeda motor menuju rumahnya dibayangkannya bagaimana tanggapan istrinya di rumah setelah diceritakannya apa yang terjadi selama ini dengan Ana bersama bekas atasannya. * Bersambung