N0.70

Suaminya terus mengayuh perahu melawan ombak agar segera sampai ke seberang dan mendarat di pantai idaman

Intainews.com:SEKALIPUN pikiran dan jiwanya sedang terganggu dengan teror Pak Bon, namun Ana berusaha keras agar suaminya tidak tahu. Itu yang membuat dia merasa tidur di hotel dapat lepas dari berbagai tekanan dari Pak Bon. Kepada mama, Ana kembali meminta jangan mengangkat telepon apabila tidak ada namanya. Mama setuju dan senang mendengar anaknya tidur di hotel untuk rileks. Biarlah mereka berdua memadu kasih, apalagi kepergian mereka mencetakkan buku karya suaminya. Mama menengadahkan kedua telapak tangannya berdoa, semoga keduanya tetap bersatu sampai ajal tiba.

Di hotel mewah di tengah kota, menunggu suami sedang mandi, Ana berulang-ulang melihat dari jendela kamar hotel betapa ramainya kota, dipenuhi bangunan tinggi-tingi. Matahari hampir mati, cahayanya kuning kemerah-merahan menerangi seluruh kota, indah sekali. Suaminya muncul dari kamar mandi mengunkan handuk menutupi perut ke bawah. Imajinasinya pun berkembang.Ternyata kulit suaminya yang putih membuat geloranya perlahan-lahan tumbuh. Dipandangi istrinya, suaminya risih juga. Lalu menyuruh Ana masuk kamar mandi.

Ana masuk kamar mandi dan membiarkan sekujur dirinya diguyur air hangat. Diam-diam hatinya berkata, kalau nanti punya anak kulitnya putih dan kalau wanita dia cantik. Kalau laki-laki ganteng seperti ayahnya. Pikiran yang datang tiba-tiba itu membuat gelora dirinya meningkat perlahan membuat sekujur badan bagai dirubung semut. Suaminya juga merasakan yang sama, ingin lekas melihat istrinya selesai mandi, namun lama sekali Ana di kamar mandi.

“Ana,….sudah selesai mandinya,’’ kata suaminya yang berdiri di depan pintu kamar mandi.

“Ada apa Bang?”

“Tidak apa-apa,…Kalau berlama-lama di kamar mandi nanti masuk angin,…” tiba-tiba Ana membuka pintu ingin tahu apa yang dimaksud suaminya. Hop! Hampir terjadi pelanggaran, rupanya suaminya berada di depan pintu kamar mandi. Pastilah suaminya dapat melihat sekujur tubuhnya tidak berbalut handuk. Begitu menatap sekilas, langsung suaminya meninggalkan pintu kamar mandi. Ana meraih handuk dan menutup bagian atas tubuhnya seperti.

Dengan sekuat tenaga Ana menarik tubuh suaminya ke atas ranjang. Suaminya pura-pura menolak padahal dirinya juga bergelora untuk bermesraan. Akhirnya Ana berhasil menarik suaminya dan merebahkannya di ranjang. Selanjutnya Ana merasa bagai diseret gelombang laut membuat perahu yang ditumpanginya ikut begoyang. Suaminya terus mengayuh perahu melawan ombak agar segera sampai ke seberang dan mendarat di pantai idaman penuh dengan keindahan, kenikmatan dan kelezatan yang menjanjikan kebahagiaan.* Bersambung