No.67

“Aduh, Na…ampun… Jepitannya kuat sekali,…Soal jepit menjepit Ana lah orangnya…”

Intainews.com:BAGI suaminya apa  gerangan yang dirahasiakan istrinya tidak begitu penting. Suaminya meyakini, kalau rahasia yang disimpannya itu buruk, kelak Tuhan akan memberitahukan kepada dirinya. Selama ini Ustadz Daham merasa Zuliana baik, mengerti kebutuhan suaminya dan apa yang harus dilakukannya sebagai pengabdian seorang istri. Zuliana terbuka, menyangkut uang simpanan dan hartanya apa saja dibuka. Soal kebun kelapa sawit, sudah ditunjukkan kepada dirinya. Bahkan Ana berkata:Apa saja yang ingin abang tahu, Ana siap membukanya. Tetapi intuisi Daham mengatakan ada sesuatu yang disembunyikannya.

Sebaliknya, saat dalam perjalanan ke kota, Daham bertanya:Apa yang ingin Ana ketahui tentang Abang. Ana hanya tersenyum sambil mendekatkan ke badan suaminya yang sedang menyetir mobil. Sebagai suami dia mengerti, tidak sanggup lidahnya mengatakan sesuatu tentang suaminya kalaupun ada.

“Tidak ada Bang, semuanya tentang Abang Ana tahu dari Mama dan Bunda. Abang lelaki baik dan sangat kafah kebaikan Abang,” tutur Ana sesungguh hati.

“Ana, manusia itu hidup dalam ketidaksempurnaan. Baik buruk senantiasa ada dan mengikuti jiwa manusia. Kalau manusia baik, sesungguhnya mau belajar bagaimana berbuat baik dan menjalankannya.”

“Bagaimana Ana menurut Abang?” Bagi Ana jawaban suaminya akan bisa dimengerti suaminya tahu apa tidak kasus yang dirahasiakannya.

“Ana itu baik,…cantik cukuplah untuk membuat Abang jatuh hati,…”

“Yang betul Bang, jujurlah.”

“Buktinya Abang bersedia menikah dengan Ana, itu artinya Abang suka. Kalau sudah suka, baik dan buruk Abang terima. Yang baik dipertahankan, yang buruk kita usahakan bersama untuk memperbaikinya dengan bertobat, Allah itu membuka pintu siapapun yang mau bertobat dan berjalan dalam kehidupan sesuai kebenaran Tuhan.”

Ana terdiam. Dia berpikir, apakah suaminya bisa menerima dirinya kalau diakui semua perbuatan bersama Pak Bon sebelum menikah.

“Kenapa diam Ana,….”

“Ana berfikir, bagaimana nasip teman Ana itu kalau dia mengakui perbuatan yang pernah dilakukannya dengan seorang lelaki yang dicintainya, Lelaki kedua yang mendekati dirinya langsung minggat (pergi). Sekarang ada lelaki ketiga, makanya dia bertanya dengan Abang melalui Ana, apakah dia harus membuka semua keburukannya,…”

“Tetapi sudah Abang bilang, dan lebih lengkap tunggu terbit bukunya,…” Mendengar itu Ana mencubit perut suaminya sambil tertawa.

“Aduh, Na…ampun… Jepitannya kuat sekali,…Soal jepit menjepit Ana lah orangnya…”

“Kalau begitu dicubit lagi,….” Kata Ana….sambil mencubit perut suaminya.

“Nanti Abang balas di rumah, Abang gigit hidung Ana sampai putus.”

“Wih kanibal!” *Bersambung.