No.66

Tiba-tiba Ana menangkap tangan suaminya, diciuminya berulang-ulang meminta maaf. Lalu Ana nampak berubah, setelah di hatinya tak perlu takut dengan apa yang sudah dibuatnya…

Intainews.com:Pagi yang cerah dan udara sejuk berkabut. Ana dan suaminya sudah mandi dan shalat subuh, lalu berkemas untuk segera pergi ke kota mencari percetakan yang cocok untuk mencetak buku karya suaminya. Sementara Pikiran Zuliana masih terus dibalut terror dari Pak Bon, bagagaimana caranya untuk menyelesaikan persoalan buruk bagi hidupnya. Ana memeras pikirannya, namun tidak mendapat petunjuk. Udara sejuk berkabut, tetapi hatinya panas membara.

Ana yang tau betul watak Pak Bon yang kasar dan tempramental, kalau saja dia menceritakan kepada suaminya, menyebar selebaran di tetangganya. Akan terbuktilah bagi orang kampung selama ini menduga-duga dirinya menjadi simpanan pejabat. Sampai di dalam mobil menuju kota, tidak sepatah katapun keluar dari bibir Zuliana, dia terus tenggelam dalam ketakutan.

“Masih sakit perutnya Ana,…?” Begitu suaminya menyapa.

“Tidak. Cuma sedikit pusing, nanti juga hilang Bang,…”

“Kita cari tempat sarapan. Kita belum sarapan. Itu ada warung, ada lontong dan macam-macam jenis sarapan.” Mobil langsung dibelokkan kemudian berhenti dan keduanya turun.
Ana masih terus diam, tetapi seperti biasa mendekap tangan suaminya ke dadanya. Sementara suaminya menjadi risih, dan tidak tahu mencarikan jalan keluarnya, dia tidak tahu apa persoalannya, karena istrinya masih terus saja bungkam.

“Ana,…kalau Ana masih terus diam yang rugi diri Ana sendiri. Tetapi kalau Ana terbuka, siapa tahu Abang bisa mencarikan jalan keluarnya. Kalau sakit kita ke dokter. Na,…kita sudah berjanjikan, kegembiraan Ana kegembiraan Abang, Susah Ana susah abang juga. Jangan lagi terganggu persoalan kecil, merusak diri kita sendiri,…”

Tiba-tiba Ana menangkap tangan suaminya, diciuminya berulang-ulang meminta maaf. Lalu Ana nampak berubah, setelah hatinya berkata tak perlu takut dengan Pak Bon. Dia merasa bisa juga membalas teror yang sedang dilakukannya. Yang penting jangan sampai terganggu hubungan dengan suami.

“Ada apa sebenarnya Ana,….”

“Cuma sedikit tidak enak badan, sekarang sudah sehat.”

Selanjutnya mereka sarapan tanpa beban. Walaupun suaminya merasa masih ada yang ia sembunyikan istri, apa gerangan? * Bersambung