No.33

Lelaki itu mengirim pesan singkat, mengancam akan merusak acara pernikahan Zuliana. Dia akan membuka kepada keluarga, Zuliana adalah istrinya yang dinikahi secara siri. Sehingga Zuliana tidak bisa dinikahkan dengan siapa pun sebelum diceraikannya

Intainews.com:SETELAH keluar dari sel tahanan Bunda, ustadz melepaskan gandengan tangan Zuliana sambil berbisik. “Kita belum muhrim, tak bisa bersentuhan,” kata Daham, Zuliana tersenyum lengannya dilepaskan. Selanjutnya menuju mobil. Zuliana minta mama duduk di belakang, biar Ustadz Daham duduk di depan, di sisinya.

Daham membantah, biarlah dia duduk di belakang saja, mama di depan. Orangtua harus didepankan, begitu kata ustadz sambil membukakan pintu mobil untuk Mama. Mama senang sekali dengan perlakuan calon menantunya yang sopan. Oh, mudah-mudahan anakku mendapat suami yang bisa menjadi guru dan imam bagi Zuliana.

Mobil yang disetir Zuliana bergerak menuju toko pakaian di mana dia Daham dan Mama akan memilih pakaian yang akan dipakai di hari pernikahan minggu depan. Daham tidak berkata-kata, selain mengikuti ke mana mobil diarahkan oleh Zuliana. Naga-naganya mobil menuju kota Kisaran. Karena Zuliana kepada mamanya, di Kisaran lebih legkap, pilihan pakaiannya bagus-bagus.

Sekali-sekali dalam perjalanan Zuliana memandang ke arah kaca spion dan melihat wajah Ustadz Daham. Tidaklah dirinya merugi, Ustadz Daham terbilang ganteng. Kulitnya kuning langsat dan wajahnya tidak membosankan untuk dipandang.

Ustadz Daham, demikian hatinya berkata-kata, jauh lebih ganteng dan berwibawa dibanding laki-laki mantan atasannya yang menjadi kekasih gelapnya yang berkulit hitam dan wajahnya buruk. Tetapi yang membuat dirinya dekat dengan lelaki itu, uangnya tak berseri. Uang dan hartanya sangat banyak. Sebagai pejabat di ahli mendapatkan uang dengan memanfaatkan jabatannya.

Ketika suatu hari diingatkan Zuliana supaya hati-hati, karena KPK sangat agresif sekarang ini. Dia berkata, kalau ayam masih makan jagung, hukum masih bisa dibeli.

“Masih jauh lagi Ana,…” kata Mama membuyarkan kenangan Zuliana.

“Tidak Ma,… itu tokoknya.” Zuliana membelokkan mobil dan berhenti di depannya. Kembali daham membukakan pintu mobil untuk Mama.

“Bang,…mari sini.” Daham kembali mendengar panggilan kepada dirinya yang tidak disukainya. Namun, dia ingat pesan Bunda agar dia menerima segalanya.

“Mbak, pilihkan pakai kami bertiga yang seragam untuk perkawinan. Tolong dipilihkan beberapa alternatif modelnya supaya bisa dipilih,”…Zuliana mengatakan begitu sambil melihat handphone, siapa yang menghubunginya. Oh, seperti diatur. Ternyata mantan atasahannya yang sudah dua bulan ini tidak ada hubungan kini menghubunginya.

“ Mau apa dia,…” kata hati Zuliana.

Lelaki yang selama ini menjadi kekasih gelapnya menghubung dirinya. Zuliana menolaknya. Tersambung lagi dan terus-terusan menghubungi.

“Ambil itu ana, bicaralah, ceritakan yang sebenarnya,…” mamanya menegur Zuliana yang membiarkan HP berdering terus.

“Jangan Ma, itu dari kantor pasti ada kerja. Masih ada orang lain, Ana sudah cuti Ma,…”

Ternyata lelaki di seberang itu marah. Mengirim pesan singkat, mengancam akan merusak acara pernikahan Zuliana. Dia akan membuka kepada keluarga, Zuliana adalah istrinya yang dinikahi secara siri. Sehingga Zuliana tidak bisa dinikahkan dengan siapa pun sebelum diceraikannya. Oh betapa terkejutnya Zuliana membaca pesan singkat itu. *Bersambung