Dilla Rian Harahap (pakai jas) bersama tokoh-tokoh adat dalam acara adat Parbagas Boru

Padangsidimpuan-Intainews.com:Desa Sabungan Sipabangun, letaknya dikaki bukit dan gunung Lubuk Raya kecamatan Hutaimbaru wilayah Kota Padangsidimpuan. Di tengah desa terdapat sebuah bangunan disebut warga di sana dalam bahasa Angkola ‘Bagas Gonjong

Yaitu sebuah rumah besar (bagas godang) merupakan tempat kediaman Harajaon (keturunan raja-raja di zamannya) di era ini yang mendiami garis keturunan ke-10 adalah Dillarian Batara Harahap lahir 16-9-1977 di Desa Sabungan Sipabangun. Merupakan anak dari Patuan Sutan Kumala Pontas Harahap (ayah) HJ Maduma Pandapotan Nasution (ibu).

Dia menjadi penerus sebutan Harajoan diteruskan oleh Dilla Rian Batari Harahap dengan gelar Toungku Raja Parlaungan. Setelah menyelesaikan pendidikan SD SMP dan SMA Dilla ikut program pendidikan di Balai Latihan Kerja (BLK ).

Dia lulus mendapat predikat terbaik dan mendapat kesempatan ikut bekerja sistem kontrak ke negeri Sakura Jepang selama 10 tahun. Selesai kontrak kembali ke kota Padangsidimpuan, tidak meneruskan kontraknya. Kembali ke Desa Sabungan Sipabangun untuk Marsipature Hutanabe.

Dia pun ikut sebagai pengurus Forkala keluarga besar Harajaon kota Padangsidimpuan. Kegiatan yang digeluti sebagai penyampai Adat dan Budaya untuk generasi muda sebagai Tokoh Penggerak Naposo Nauli Bulung desa Sipabangun. Profil Dilla orangnya ramah walau masih muda usia tapi disenangi segala kalangan baik kaum tua maupun kaum muda, sebagai tokoh muda yang energik .

Selalu membantu orang tanpa mengharapkan imbalan telah lama ditempa menjadi manusia santun seperti orang-orang jepang yg selalu menunduk saat mengucapkan terima kasih. Secara rutin lewat acara-acara siluluton siriaon (dalam suasana sedih maupun gembira).

Budaya adat istiadat wajib digelar untuk memberikan nuansa pemikiran bagi generasi muda saat sekarang ini yang disebut generasi milenial sesuai zamannya. Adat istiadat merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang daerah masing-masing.

“Kearifan lokal dapat menjaga dan membentengi adat budaya daerah tersebut dengan seringnya mempagelarkan adat budaya lewat yang telah baku maupun budaya improvisasi lewat kesenian daerah itu sendiri,” ujar Dilla.

Melalui  biografi ini seluruh masyarakat tua muda siap mendukung segala kegiatannya menuju keterwakilan sebagai tokoh wakil rakyat kota padangsidimpuan, demi meningkatkan Budaya Angkola serta menjaga kearifan lokal. Juga sebagai pemacu generasi muda untuk mencintai budaya serta adat Budaya Angkola agar tetap lestari di kota Padangsidimpuan. *Inc-16