No.21

Intainews.com:Ustadz Daham mendatangi kediaman Haji Sardan, ada sesuatu yang ingin dibicarakan dari hatinya yang bergembira, tetapi seperti tak yakin kalau ustadz jatuh hati kepada dirinya. Di rumah Haji Sardan, Bu Haji mengatakan suaminya sedang pergi ke rumah temannya. Sudah lama perginya dan sebentar lagi pulang karena ada janjinya dengan Pak Agun yang akan menyumbang pembangunan musala untuk dijadikan masjid yang besar dan artistik.

Tak begitu lama, muncul Ustadz Daham mau bertemu dengan Pak Haji. Bu Haji mengajak ustadz masuk ke rumah. Tini pamit untuk pulang. Serta merta Bu Haji menahannya. Sejak disampaikan oleh Pak Haji pesan ustadz kepada dirinya, betapa segan dan malunya Tini. Bu Haji mendudukkan Tini di sisinya, berhadapan dengan ustadz.

“Pak Agun itu mualaf yang sangat taat beribadah, dari apa yang diajarkan Haji Sardan kepadanya,” tutur Bu Haji. Sementara ustadz sekali-sekali memandang ke Tini.

“Tini mengapa diam seribu bahasa. Ada apa,…” ustadz bertanya.

“Tanyakan apa yang mau ditanya. Katakan apa yang mau dikatakan. Ibu mau buat minum ke belakang.” Mendengar itu spontan Tini berdiri.

“Biar saya saja yang buat minuman bu.”

“Sudahlah Tin duduklah, temani ustadz,” tukas Bu Haji untuk memberikan kesempatan mereka berkata-kata.

“Dik Tini, saya sudah dapat kabar dari teman satu kuliah di Kairo itu. Dia sangat tidak keberatan Tini tinggal di rumahnya, sekaligus dia punya teman. Selama ini dia hanya sendiri di rumahnya yang lapang.”

“Terimakasih ustadz, saya tidak bisa membalas budi baik ustaz,…” kata Tini

“Tak usah dipikirkan itu. Yang penting belajarlah sungguh-sungguh. Lusa saya antarkan Tini ke rumah Nunik.”

Mendengar kata-kata itu debaran jantungnya keras sekali. Canggung sekali rasanya bagi dirinya berdua dengan ustadz.

“Biarlah saya pergi sendiri ustadz, berikan saja alamatnya.”
“Tidak begitulah, kita pergi bersama Bu Haji dan Pak Haji. Mau naik kereta api apa naik taksi….”

Sementara pada saat yang sama, Pak Haji sedang dalam perjalanan pulang. Di tengah perjalanan pulang dia terus memikirkan apa yang harus dikatakannya kepada ustadz. * Bersambung