No.20
Intainews.com:TINI sedang bertandang ke rumah Bu Haji. Ngalor ngidul bicara ke sana kemari tentang kehidupan, seperti air mengalir begitu saja menunju ke hilir. Oh, Bu Haji menyinggung bagaimana perasaan Tini setelah mendapat kabar dari ustadz Daham yang menyangkut kehidupan masa depan Tini.

Perempuan itu spontan tersipu malu, tidak segera menjawab pertanyaan Bu Haji. Namun hatinya sangat gembira dan riang, walaupun dia merasakan semu itu bagaikan mimpi. Tidak diketahui datangnya juga tidak kelihatan perginya. Apakah cinta Ustadz sama dengan embun di atas di dedaunan.

“Awak ini apalah bu. Hanya perempuan yang ditinggal kedua orangtua, hanya bisa menunggulah. Saya tidak berdaya untuk berharap banyak. Apalagi ustadz kan bukan orang sembarangan. Jadi awak tak bisa banyak berharap.”

“Ustadz itu Tin, tidaklah sembarangan menyukai wanita. Seperti menampi beras dia sangat teliti,” kata Bu Haji sambil mengusap-usap lutut Tini.

“Semakin tinggi ilmu seorang, semakin banyak hartanya, tinggi derajatnya menjadi terhormat , terhormatlah dia. Jadi apalah aku ini di mata orang seperti itu,…?”

“Itu pandanganmu dengan laki-laki yang bukan Ustadz Daham. Buktinya dia sudah terang-terangan mengatakan isi hatinya, melalui Pak Haji. Itu artinya sudah terbuka. Adat kita mengajarkan, jodoh, pinangan dan pernikahan harus diumumkan dan diramai-ramaikan,…”

“Jauh rasanya untuk sampai ke situ. Masih banyak waktu harus dihabiskan kea rah itu. Sampai hari ini semuanya masih mimpi Bu. Cinta dan perkawinan tidaklah semudah seperti dalam cerita pendek dan novel, yang gampang dan sesuka hati mengarahkan jalan ceritanya,…”

“Itu yang kadang-kadang kita ini lupa Tini. Di balik yang kita rencanakan, kita cita-citakan, kita harapkan ada yang lebih berkuasa. Dialah Tuhan. Tini percaya itu kan?”

Tini tidak berkata-kata. Dia mengangguk yakin. Kembali Bu Haji memeluk gadis Tini. Terbayanglah di benak Bu Haji, sekiranya punya anak, sudah sebesar Tini. Tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan suara laki-laki mengucapkan salam. Yang datang,…oh…* Bersambung