No. 16

Sesungguhnya Ustadz Daham jatuh hati pada Tini, membuat dia berada dalam hati yang dikasihinya, lalu bagaimana langkah selanjutnya.

Intainews.com:HAJI Sardan akhirnya diberitahu oleh ustadz, dirinya menyukai Tini. Lalu, Daham miminta nasihat dari Pak Haji, bagaimana sebenarnya jika dirinya mengindari perjodohan dari Bundanya, memilih menikahi Tini. Padahal pernikahan dengan jodoh dari Bunda sudah di ambang pintu.

Haji Sardan tidak bisa berkata-kata. Dia terdiam, hampir tidak ada jalan yang bisa diberikannya kepada Ustadz Daham. Dia tahu, tidak mudah membatalkan perjondohan dari Bundanya.

“Bagaimana Pak Haji,…?”

“Coba saya bicarakan dulu dengan istri. Sebagai perempuan barangkali Bu Haji punya jalan untuk keluar dari perjodohan itu. Tapi ustadz, apakah Tini sudah tahu ini ?”

“Saya belum pernah mengatakannya, tapi saya yakin sebagai perempuan dia bisa merasakannya.”

“Apakah tidak lebih baik, ustadz mengatakannya dengan Tini, supaya lebih jelas bagaimana sambutan gadis itu,” kata Pak Haji, yang langsung membuat ustadz kembali bertanya.

“Apakah Tini sudah punya pacar?”

“Saya tidak pernah mendengar itu. Tapi dia sekolahnya di kota dan mau kuliah di sana.”

“Maksud Pak Haji?”

“Anak-anak gadis di kota, kecil-kecil sudah… pacaran dan masuk pergaulan bebas, teman tapi mesra,…”

“Astagfirullah,…Tapi mata hati saya mengatakan Tini jauh dari hal-hal seperti itu. Mahfumnya orang yang sudah terperangkap kejahatan seperti itu, telah meninggalkan shalatnya dan tidak akan pernah mau mengaji.”

“Tapi maaf, ustadz, sekarang ini tidak sedikit orang-orang yang shalat dan mengaji dijadikan topeng menutupi perbuatan buruknya,…dan diisi dengan kepentingan-kepentingan tertentu.”

Ustadz mengangguk-anggukkan kepalanya perlahan mendengarkan kata-kata Pak Haji. Namun, hati kecilnya berkata Tini dijauhkan dari semua fakta apapun yang disebut Haji Sardan.

Sebagaimana seseorang yang sedang dimabuk asmara, kecenderungan terus menerus berada dalam hati orang yang di kasihinya, dibanding orangyang bicara fakta-fakta. Secara lahir maupun batin, yang terbaik adalah kekasihnya, berdasarkan keinginannya sendiri yang kuat. Membuat dirinya melahirkan kebebasan yang besar untuk dominan kepada orang yang dikasihi.

Haji Sardan memaklumi Daham mengalami ini. Dia pun berjanji kepada ustadz malam nanti mendatangi Tini, untuk menyampaikan amanah dari ustadz. Sesungguhnya Ustadz Daham jatuh hati pada Tini, lalu bagaimana reaksinya. Dari situ nanti tahulah Haji Sardan dan istrinya bagaimana langkah selanjutnya. Ustadz mengangguk lembut dan tersenyum, mereka berpisah. * Bersambung