No.13
Intainews.com:ZULIANA, wanita yang dijodohkan dengan Ustadz Daham ini adalah wanita yang sudah letih hidup dalam pelukan seorang pejabat yang pernah menjadi atasannya di kantor tempatnya bekerja. Hubungan yang sudah berjalan lebih dari lima tahun lamanya, belakangan mulai tercium oleh anak-anak lelaki itu dan istrinya. Itulah sebabnya Zuliana ingin lekas menutup aibnya dengan segera menikah dengan Daham.

Tidak ada yang bisa mengungkapnya selama ini, karena hubungan gelap Zuliana berjalan sangat rapi dan terjaga. Apalagi lelaki itu sudah pindah ke kota, menjadi pejabat di sana. Pertemuan masih terus berlangsung secara berkala, rutin dan teratur. Uang terus mengalir deras ke kocek Zuliana. Apalagi belakangan dirinya berencana menikah dengan Daham, semakin banyak uang mengalir ke rekening Zuliana. Lelaki itu meminta, sekalipun Zuliana menikah dengan lelaki siapa pun dia, hubungan mereka tak terkendala.

“Menikahlah kamu dengannya Zuliana, lebih cepat lebih baik, karena hanya itu jalan terbaik untuk hubungan kita. Dan dapat menghapus kecurigaan istriku di rumah.”

Zuliana hanya diam, dibiarkannya jari-jari dan telapak tangannya digenggam erat lelaki separuh baya itu di sebuah hotel mewah dengan udara sangat dingin di sekitarnya. Sekali-sekali dibiarkannya lelaki yang telah memberinya uang dan kehidupan mewah selama ini memeluk dirinya kuat-kuat. Benarkah ini malam terakhir dirinya bersama lelaki ini?

“Saya tidak pernah mau mengakhiri hubungan kita ini. Semua ini cuma jalan untuk kita terus dapat bersatu. Sesungguhnya cara-cara ini sangat menyakitkan hati ini, memberikan kekasihku Zuliana hidup dengan laki-laki lain sekalipun kita sepakati adalah sandiwara. Tetapi dalam sandiwara yang kita siapkan itu, kamu tidur nyenyak dan bahagia dengan laki-laki lain yang bukan aku,…”

“Inikan kenyataan akibat terlalu lama bapak mengambil keputusan untuk segera menikahi Zuli. Bapak terlalu banyak pertimbangan. Padahal kondisinya sudah memungkinkan untuk kita segera menjadi suami istri yang sah. Padahal kata bapak, kakak sudah sakit menahun dan tidak bisa berbuat apa-apa, tapi…..”

Kesedihan mengalir di antara keduanya. Dalam hening, keduanya saling berpelukan erat. Pelukan mungkin yang terakhir kali dan berpisah. Sekalipun kata-kata yang diukir oleh bibir mereka adalah pernikahan sandiwara, sepertinya perpisahan akan datang juga. Ini yang membuat laki tinggi kekar itu limbung. * Bersambung