Adegan pementasan 'Busung' karya Aris Sumampin Damanik oleh Teater Siklus Medan

Medan-Intainews.com:Sebagaimana disiapkan Sutradara Dharma Lubis, Teater Siklus Medan mementaskan naskah drama karya almarhum Aris Sumampin Damanik berjudul ‘Busung’, Kamis 22 November 2018 pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) Jalan Printis Kemerdekaan Medan, berlangsung mendapat perhatian berbagai elemen masyarakat.

Pertunjukan Teater Siklus ini ditonton oleh seniman sastra, teater, yang muda maupun sepuh. Ada juga wartawan, LSM dan masyarakat umum hampir memenuhi panggung utama TBSU menyaksikan pertunjukan budaya pencuri di sebuah negeri, dikaitkan dengan saat pemilihan pemimpin.

Di antara penonton, hadir anak kandung almarhum pengarang naskah ‘Busung’ Aris Sumampin Damanik, Dear Damanik, pemain naskah ‘Busung’ saat dipentaskan di Parade Teater Indonesia Yogyakarta 1998 antaralain, Hartono Tugiman, Hendra Tarigan dan Roni Neliati. Hadir juga seniman teater senior Buyung Bizard, Bersihar Lubis, Porman Wilson, As Atmadi SP, Tantawi Panggabean datang dari Sidimpuan.

Berikut anak-anak Teater Lentera STIKP Medan, Anggi dan Juli. Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Medan Erie Prasetyo dan istri, bersama wakilnya Vahmi Shaki dan wartawan lainnya. Usai pertunjukan dipandu pemain drama Teater Nasional Medan Yan Amarni Lubis, Bersihar lubis memanfaatkan diskusi terkait pertunjukan ‘Busung’ menyampaikan kesannya menonton ‘Busung”.

Anggota Teater Propesi Medan, Teater Lentera dan anak-anak Teater Siklus Medan foto bersama usai pertunjukan

Di tengah kerinduan batinnya terhadap pertunjukan teater, Bersihar mengapresiasi pertunjukan anak-anak Teater Siklus. Sekaligus menyampaikan masukan-masukan untuk lebih baik lagi di pertunjukan berikutnya. Begitu juga As Atmadi didampingi putri Almarhum Aris Sumampin Damanik, menghargai semangat keluarga besar Siklus mementaskan ‘Busung’.

“Kalian sudah mengembalikan kenangan saya, duapuluh tahun lalu saat menyutradarai ‘Busung’ dipentaskan di Bulak Sumur UGM Yogyakarta,” ungkapnya. Dia meyakini pertunjukan bisa lebih baik lagi dengan persiapan yang matang untuk dipentaskan berikutnya. Erwin Kampusi, Tantawi Panggabean, J Anto dan seniman lainnya turun memberikan resep-resep dan hal yang elementer soal kreativitas dan artistik sebuah pertunjukan.

Selain itu, di luar pertunjukan para seniman yang hadir di TBSU sangat prihatin dengan kondisi gedung pertunjukan yang sudah lebih tidak memadai sebagai tempat pertunjukan yang profesional. Selain akustik, fasiltas dan sistem pendingin ruangan yang sudah sangat perlu perbaikan total, agar penonton bisa fokus dan nyaman menyaksikan setiap pagelaran. “Ya, sedang ada perbaikan di sana-sini, termasuk kamar mandi,” kata Yan Amarni.*Inc-04