Adegan 'Busung' saat latihan

Medan-Intainews.com:Teater Siklus Medan mementaskan naskah drama karya almarhum Aris Sumampin Damanik berjudul ‘Busung’, Kamis 22 November 2018 pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) Jalan Printis Kemerdekaan Medan, Sumatera Utara.

Pementasan ‘Busung’ yang menurut sutradaranya, Dharma Elbes atau Dharma Lubis, drama surealis ini didukung oleh 17 pelakon. Selain dipentaskan di Medan, cerita tentang pencuri (korupsi) akan dipentaskan di tiga kota besar di Indonesia, selain Medan yaitu Pekanbaru dan Jakarta.

Pekanbaru akan menjadi kota pertama lawatan pementasan ‘Busung’ pada 1 Desember 2018 di Anjungan Seni Idrus Tintin. Cerita ‘Busung’ yang disutradarai Dharma Lubis ini mengusung konsep yang aktual, tentang kehidupan sebuah kota yang punya kebiasaan mencuri, menurut penulisnya merupakan simbolisme korup, ditandai dengan busung.

“Naskah ini bercerita soal perilaku sosial masyarakatnya yang membudayakan korupsi. Kalau tidak ikut korupsi dianggap bodoh dan tolol, dalam sebuah komunitas kehidupan. Mencuri menjadi kebanggaan. Bahkan kalau tidak ikut mencuri, dipaksa keluar dari komunitas para maling ini,” ungkap Dharma.

Sebelumnya naskah Aris Sumampin Damanik ‘Busung’ ini pernah dipentaskan oleh Teater Propesi Medan bersama Teater Lentera Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan, dibesut ketua dewan sutradara As Atmadi SP (baca“Selamat ‘Busung” Korup Dipentaskan).

Teater Siklus mengundang kalangan seniman, rekan media, wartawan, wirausaha sampai pegawai negeri sipil dan masyarakat umum lainnya untuk hadir menyaksikan pertunjukan drama ‘Busung’ tanpa dikutip bayaran.*Inc-03